faktakalbar

Nusron Wahid Disebut Sudah Mundur dari Kepengurusan Partai Golkar

Sekjen Partai Golkar M Sarmuji menyebut Nusron Wahid sudah mundur dari kepengurusan DPP Golkar sejak lebih dari enam bulan lalu, tetapi tetap menjadi kader.

Penulis: Clara Sunday, 20 September 2026 📖 1 menit
Nusron Wahid Disebut Sudah Mundur dari Kepengurusan Partai Golkar
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid (dok.ist)

Faktakalbar.id - Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M Sarmuji mengungkapkan bahwa Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sudah mengundurkan diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar.

Sarmuji mengatakan Nusron menyampaikan pengunduran dirinya secara langsung kepada Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Menurut Sarmuji, pengunduran tersebut sudah dilakukan lebih dari enam bulan lalu. Pernyataan itu disampaikan kepada wartawan pada Sabtu (19/9/2026).

Sebelumnya, Nusron tercatat sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian DPP Partai Golkar dalam struktur kepengurusan periode 2024–2029. Setelah tidak lagi menjadi pengurus, Nusron tetap berstatus sebagai anggota atau kader Partai Golkar.

Sarmuji mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan Nusron mengundurkan diri dari kepengurusan partai. Ia menyebut kemungkinan Nusron ingin lebih berkonsentrasi pada urusan lain.

Informasi mengenai pengunduran diri dari kepengurusan partai ini muncul di tengah sorotan terhadap Nusron setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan terkait dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Namun, Sarmuji menyebut pengunduran diri tersebut telah dilakukan lebih dari enam bulan lalu.

Sementara itu, Kementerian ATR/BPN sebelumnya membantah isu bahwa Nusron mengundurkan diri dari jabatan Menteri ATR/Kepala BPN. Kementerian menyatakan belum ada pernyataan pengunduran diri Nusron dari jabatan menteri.

Dengan demikian, informasi yang dikonfirmasi Partai Golkar saat ini adalah Nusron sudah tidak lagi berada dalam struktur kepengurusan DPP Partai Golkar, tetapi masih berstatus sebagai kader partai.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK