faktakalbar

Mentan Tegaskan Reformasi Pertanian Jadi Kunci Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Mentan Andi Amran Sulaiman menyebut reformasi pertanian berhasil meningkatkan kesejahteraan petani. NTP Juli 2026 mencapai 127,84, tertinggi sepanjang sejarah.

Penulis: Clara Tuesday, 11 August 2026 📖 2 menit
Mentan Tegaskan Reformasi Pertanian Jadi Kunci Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Mentan Andi Amran Sulaiman menyebut reformasi pertanian berhasil meningkatkan kesejahteraan petani. NTP Juli 2026 mencapai 127,84, tertinggi sepanjang sejarah. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan reformasi sektor pertanian yang dilakukan pemerintah mulai menunjukkan hasil dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

Salah satu indikatornya terlihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) Juli 2026 yang mencapai 127,84, sekaligus menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. NTP merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk melihat tingkat kesejahteraan petani.

Amran mengatakan peningkatan kesejahteraan petani menjadi bagian penting dari kebijakan pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.

NTP Juli 2026 Capai Rekor Tertinggi

Menurut Amran, capaian NTP sebesar 127,84 menunjukkan nilai yang diterima petani dari hasil produksi tumbuh lebih cepat dibandingkan pengeluaran yang harus mereka keluarkan.

Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya kemampuan petani dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus membiayai usaha pertanian.

Mentan menilai swasembada pangan tidak cukup hanya diukur dari kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan pangan nasional. Kebijakan tersebut juga harus memberikan manfaat ekonomi kepada petani sebagai pelaku utama sektor pertanian.

Pemerintah Lakukan Reformasi dari Hulu hingga Hilir

Amran menjelaskan pemerintah melakukan reformasi pertanian secara menyeluruh, mulai dari penyederhanaan regulasi, penguatan sarana produksi, pembangunan infrastruktur pertanian, hingga perlindungan harga hasil panen.

Salah satu kebijakan yang dilakukan adalah pembenahan tata kelola pupuk bersubsidi. Pemerintah juga menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sekitar 20 persen.

Harga pupuk urea diturunkan dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram. Sementara itu, harga pupuk NPK turun dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan biaya produksi sehingga keuntungan yang diperoleh petani semakin besar.

Irigasi dan Bantuan Pertanian Diperkuat

Selain pupuk, pemerintah juga memperkuat pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi serta program pompanisasi.

Ketersediaan air yang lebih baik diharapkan membantu petani mempertahankan bahkan meningkatkan intensitas tanam, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Pemerintah juga mempercepat penyaluran berbagai bantuan, seperti benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta program strategis lainnya.

Harga Gabah Diberikan Kepastian

Reformasi juga dilakukan pada sektor hilir melalui kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen sebesar Rp6.500 per kilogram.

Kebijakan tersebut memberikan kepastian harga sekaligus pasar bagi petani ketika memasuki masa panen.

Menurut Amran, perlindungan harga penting agar hasil produksi petani tidak mudah mengalami tekanan harga ketika pasokan meningkat saat panen raya.

Swasembada Harus Beri Manfaat bagi Petani

Amran menegaskan peningkatan produksi pangan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani.

Pemerintah, kata dia, berupaya membangun ekosistem pertanian yang lebih sehat melalui kombinasi berbagai kebijakan, mulai dari pupuk yang lebih terjangkau, dukungan sarana produksi, ketersediaan air, mekanisasi, hingga perlindungan harga.

Capaian NTP Juli 2026 yang mencapai 127,84 dinilai menjadi salah satu gambaran bahwa berbagai kebijakan tersebut mulai memberikan dampak terhadap kondisi ekonomi petani.

Pemerintah pun akan terus melanjutkan reformasi sektor pertanian untuk menjaga peningkatan produksi pangan sekaligus memastikan petani mendapatkan keuntungan yang layak.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK