faktakalbar

Menko Pangan: Koperasi Desa Salurkan Beras Subsidi Rp12.500 per Kilogram

Menko Pangan Zulkifli Hasan menyebut Koperasi Desa Merah Putih menyalurkan beras subsidi Rp12.500 per kilogram serta bantuan pangan untuk jutaan penerima di Indonesia.

Penulis: Clara Friday, 16 October 2026 📖 2 menit
Menko Pangan: Koperasi Desa Salurkan Beras Subsidi Rp12.500 per Kilogram
Menko Pangan Zulkifli Hasan menyebut Koperasi Desa Merah Putih menyalurkan beras subsidi Rp12.500 per kilogram serta bantuan pangan untuk jutaan penerima di Indonesia. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi salah satu sarana pemerintah untuk menyalurkan beras bersubsidi dan bantuan pangan kepada masyarakat. Beras tersebut dijual dengan harga Rp12.500 per kilogram untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Pernyataan itu disampaikan Zulkifli Hasan saat meninjau gerai KDKMP Desa Sonorejo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kamis (15/10/2026).

Menurut Zulkifli, koperasi desa dirancang untuk mendekatkan berbagai program pemerintah kepada masyarakat. Melalui sistem tersebut, distribusi kebutuhan pokok dan barang bersubsidi diharapkan dapat berlangsung lebih mudah dan tepat sasaran.

Ia menyebut pemerintah menyediakan alokasi beras bersubsidi sebanyak satu juta ton untuk didistribusikan secara nasional dengan harga Rp12.500 per kilogram.

“Koperasi ini untuk menyalurkan bantuan-bantuan subsidi pemerintah agar langsung ke rakyat sehingga rakyat ini dapat harga yang murah, yang bagus, tidak melalui makelar-makelar lagi,” kata Zulkifli Hasan.

Beras Subsidi untuk Menjaga Keterjangkauan Pangan

Penjualan beras bersubsidi melalui KDKMP menjadi salah satu langkah pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga beras di pasaran.

Selain menjual beras bersubsidi, koperasi desa juga diarahkan menjadi saluran penyaluran berbagai kebutuhan dan program pemerintah. Produk yang disiapkan mencakup pupuk bersubsidi, LPG 3 kilogram, minyak goreng, serta bantuan pangan.

Zulkifli menjelaskan bahwa pemerintah juga menyiapkan bantuan pangan beras bagi 33,2 juta penerima untuk periode Oktober hingga Desember 2026.

Bantuan tersebut direncanakan disalurkan sekaligus sebanyak 30 kilogram per penerima, yang merupakan akumulasi bantuan beras 10 kilogram per bulan selama tiga bulan. Total kebutuhan beras untuk program tersebut diperkirakan mencapai sekitar satu juta ton.

Penyaluran bantuan pangan melalui koperasi desa diharapkan mempermudah distribusi sekaligus memperkuat pengawasan di tingkat lokal.

Penyaluran Bantuan Diminta Tepat Sasaran

Zulkifli menekankan pentingnya memastikan bantuan pangan diterima oleh masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria penerima manfaat.

Ia meminta pengurus koperasi dan kepala desa memeriksa data penerima agar bantuan tidak salah sasaran. Pengawasan di tingkat desa dinilai penting karena pengurus setempat memiliki kedekatan dengan kondisi masyarakat.

Selain menjadi saluran distribusi pangan, KDKMP juga dirancang menyediakan berbagai layanan ekonomi. Koperasi dapat menghadirkan layanan keuangan melalui BNI Agen 46, termasuk transaksi penyetoran dan penarikan uang serta pembayaran listrik.

Koperasi juga diharapkan membantu pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha sesuai ketentuan yang berlaku.

Koperasi Desa Didorong Menjadi Pusat Ekonomi Lokal

Pemerintah berharap KDKMP berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Selain menyediakan kebutuhan pokok, koperasi diharapkan menjadi tempat pemasaran produk lokal serta mendukung pelaksanaan program pemerintah.

Zulkifli mengakui bahwa pelaksanaan program KDKMP masih memerlukan penyempurnaan. Karena itu, pemerintah bersama kementerian dan lembaga, BUMN, pemerintah daerah, serta unsur TNI dan Polri melakukan pemantauan untuk mengidentifikasi kekurangan dan mempercepat kesiapan operasional koperasi.

Pemerintah berharap keberadaan koperasi dapat memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, meningkatkan ketepatan penyaluran bantuan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK