faktakalbar

Megawati Tegaskan PDIP Tetap di Luar Pemerintahan Prabowo

Megawati menegaskan PDIP tetap berada di luar pemerintahan Prabowo dan memilih menjadi kekuatan penyeimbang. Ini alasan dan sikap politik PDIP.

Penulis: Clara Thursday, 13 August 2026 📖 2 menit
Megawati Tegaskan PDIP Tetap di Luar Pemerintahan Prabowo
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menegaskan partainya tetap berada di luar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan memilih menjadi kekuatan penyeimbang. (dok.ist)

Faktakalbar.id – Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri kembali menegaskan posisi politik partainya yang memilih tetap berada di luar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Megawati mengatakan keputusan tersebut telah disampaikannya secara langsung kepada Prabowo. PDIP memilih mengambil posisi sebagai kekuatan penyeimbang, bukan bergabung dalam kabinet pemerintahan.

Megawati Sampaikan Langsung kepada Prabowo

Megawati mengungkapkan bahwa dirinya sudah menyampaikan sikap politik PDIP kepada Prabowo. Menurutnya, partai berlambang banteng tersebut tetap memilih berada di luar pemerintahan.

Posisi tersebut, kata Megawati, tidak berarti PDIP menjadi oposisi. Ia menilai istilah oposisi dan koalisi tidak tepat digunakan untuk menggambarkan posisi partai dalam sistem presidensial Indonesia.

Megawati menegaskan PDIP ingin menjalankan fungsi sebagai kekuatan penyeimbang terhadap pemerintah.

PDIP Pilih Jadi Kekuatan Penyeimbang

Dalam pernyataannya, Megawati menjelaskan bahwa posisi PDIP sebagai partai penyeimbang bertujuan menjalankan fungsi checks and balances.

Artinya, PDIP tidak akan secara otomatis menolak setiap kebijakan pemerintah. Partai tersebut tetap dapat memberikan dukungan terhadap kebijakan yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus melakukan kritik dan koreksi terhadap kebijakan yang dianggap perlu diperbaiki.

Sikap tersebut sejalan dengan penegasan Megawati sebelumnya bahwa PDIP ingin memastikan kekuasaan tetap mendapatkan pengawasan dan berjalan sesuai dengan konstitusi.

Megawati Tolak PDIP Disebut Oposisi

Megawati juga menyoroti penggunaan istilah oposisi untuk menggambarkan posisi PDIP. Ia menilai sistem pemerintahan Indonesia yang bersifat presidensial memiliki mekanisme tersendiri dalam menjalankan pengawasan terhadap pemerintah.

Karena itu, Megawati meminta publik tidak terburu-buru menyebut PDIP sebagai partai oposisi hanya karena tidak bergabung dalam kabinet Prabowo.

Menurutnya, posisi di luar pemerintahan tetap dapat digunakan untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.

Gerindra Hormati Sikap PDIP

Sikap Megawati tersebut mendapat respons dari Partai Gerindra. Juru bicara Gerindra Bahtra Banong mengatakan pihaknya menghargai keputusan Megawati dan PDIP untuk tidak masuk kabinet pemerintahan Prabowo.

Bahtra juga menilai keputusan PDIP berada di luar pemerintahan tidak menghilangkan hubungan kekeluargaan maupun komunikasi politik antara Prabowo dan Megawati.

Dengan demikian, posisi PDIP di luar pemerintahan tidak serta-merta dipandang sebagai bentuk pertentangan dengan pemerintahan Prabowo.

Posisi PDIP di Era Pemerintahan Prabowo

Keputusan PDIP untuk tetap berada di luar pemerintahan menjadi salah satu dinamika politik nasional yang menarik perhatian. Partai tersebut memilih menjalankan fungsi penyeimbang sekaligus tetap membuka ruang untuk mendukung kebijakan pemerintah yang dianggap sesuai dengan kepentingan rakyat.

Sementara itu, pemerintahan Prabowo tetap menjalankan agenda pemerintahan bersama partai-partai yang tergabung dalam koalisi pendukung.

Sikap PDIP tersebut membuat peta politik nasional tetap dinamis, terutama dalam menjalankan fungsi pengawasan antara pemerintah dan kekuatan politik di luar kabinet.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK