Medan Terjal Sulit Ditembus, BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing ke Gunung Bromo
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengerahkan dua unit helikopter water bombing mulai Kamis (6/8/2026) untuk mempercepat pemadaman kebakaran Gunung Bromo di lokasi bermedan terjal. Kepala BNPB Suharyanto menginstruksikan percepatan penanganan ja…
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengerahkan dua unit helikopter water bombing mulai Kamis (6/8/2026) untuk mempercepat pemadaman kebakaran Gunung Bromo di lokasi bermedan terjal.
Kepala BNPB Suharyanto menginstruksikan percepatan penanganan jalur udara karena titik api berada di lereng tebing terjal yang tidak dapat dijangkau tim darat.
Selain pengerahan helikopter, BNPB juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca yang disesuaikan dengan kondisi pertumbuhan awan di lapangan.
Langkah darurat pemerintah pusat ini diambil setelah kebakaran menghanguskan 60 hektare lahan di Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang.
Pemerintah Kabupaten Probolinggo telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan selama 180 hari sejak 1 Agustus 2026.
Penetapan status siaga darurat tersebut berlandaskan Keputusan Bupati Probolinggo Nomor 300.2/326/426.32/2026.
Langkah serupa diambil Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026 yang menaikkan status siaga hingga 6 Oktober 2026.
Operasi udara ini melengkapi kerja tim darat yang terdiri dari BPBD, Perhutani, TNI, Polri, hingga relawan lokal.
Pelaksanaan pemadaman kebakaran Gunung Bromo lewat udara diharapkan mampu menekan perluasan titik api di kawasan pegunungan tersebut.
Petugas terus bersiaga memantau titik api tersisa di perbatasan Malang dan Lumajang agar tidak semakin meluas ke area permukiman.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.