94 Korban Gempa Flores M 7,7 Meninggal Saat di Pengungsian
Faktakalbar.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 142 orang meninggal dunia pascagejala gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 lalu.
Faktakalbar.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 142 orang meninggal dunia pascagejala gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 lalu.
Dari total angka kematian tersebut, sebanyak 94 orang dilaporkan meninggal dunia saat bertahan di lokasi pengungsian sementara.
Sementara itu, sebanyak 48 korban jiwa lainnya meninggal dunia akibat dampak langsung dari reruntuhan bangunan saat gempa terjadi pada 15 Agustus 2026.
Tinggi angka kematian di kamp pengungsian menjadi perhatian mendesak mengingat lebih dari separuh total korban jiwa justru melayang selama masa tanggap darurat.
Selain korban meninggal dunia, BNPB juga mengonfirmasi sebanyak 1.603 warga mengalami luka-luka dan membutuhkan perawatan medis berkala.
Hingga satu bulan pascabencana, sebanyak 46.461 jiwa tercatat masih bertahan di tenda-tenda pengungsian yang tersebar di wilayah Flores.
Meskipun demikian, jumlah pengungsi saat ini diklaim telah mengalami penurunan signifikan dari puncak sebelumnya yang sempat menembus angka 150 ribu jiwa.
Pemenuhan kebutuhan fasilitas kesehatan dasar, sanitasi, dan nutrisi di lokasi pengungsian terus diupayakan guna mencegah bertambahnya korban jiwa dari kalangan rentan.
Penanganan medis intensif bagi korban luka-luka serta kelompok lansia dan anak-anak di kamp pengungsian kini menjadi fokus prioritas tim relawan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.