Banjir Terjang Tiga Kecamatan di Langkat Usai Tanggul Jebol, 1.110 Rumah Terendam
Faktakalbar.id - Banjir setinggi hingga 120 sentimeter merendam 1.110 rumah warga di tiga kecamatan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, akibat hujan deras dan jebolnya tanggul sungai
Faktakalbar.id - Banjir setinggi hingga 120 sentimeter merendam 1.110 rumah warga di tiga kecamatan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, akibat hujan deras dan jebolnya tanggul sungai pada Senin.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat wilayah yang terdampak banjir meliputi Kecamatan Batang Sarangan, Padang Tualang, dan Tanjung Pura.
Sebanyak 1.110 kepala keluarga kini terdampak genangan air yang bervariasi mulai dari ketinggian 20 hingga 120 sentimeter di pemukiman mereka.
Meskipun terendam banjir, mayoritas masyarakat terdampak dilaporkan masih bertahan di rumah masing-masing.
BPBD Kabupaten Langkat telah menyalurkan bantuan logistik berupa sembako, dua unit tenda keluarga, serta dua unit perahu fiber ke lokasi bencana.
Petugas gabungan menyiagakan personel di lokasi terdampak sambil berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi luapan susulan.
Selain banjir di Langkat, rentetan bencana kebakaran hutan dan lahan juga melanda sejumlah wilayah Tanah Air pada periode yang sama.
Kebakaran lahan seluas 19,5 hektare melanda Desa Fajar Indah dan Desa Sidomulyo di Kabupaten Mesuji, Lampung, pada Senin sore pukul 16.00 WIB.
Di Jawa Tengah, lahan seluas dua hektare di Desa Kebumen, Kabupaten Kebumen, terbakar akibat pembakaran sampah yang ditiup angin kencang.
Peristiwa karhutla juga menghanguskan dua hektare lahan di Desa Jatiprahu, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, yang diduga dipicu oleh buangan puntung rokok.
Sementara itu, kebakaran lahan seluas satu hektare membakar kawasan Gampong Kayee Adang, Kabupaten Aceh Besar, sebelum berhasil dipadamkan petugas Damkar.
BNPB mengimbau masyarakat di kawasan rawan banjir untuk meningkatkan kewaspadaan, mengamankan dokumen penting, serta mematuhi arahan evakuasi petugas.
Pemerintah daerah diminta rutin memantau ketahanan tanggul sungai serta menyiagakan peralatan penanganan darurat di wilayah rawan bencana.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.