faktakalbar

Gunung Semeru Erupsi, Badan Geologi Larang Aktivitas dalam Radius 13 Km

Faktakalbar.id - Gunung Semeru di Jawa Timur kembali erupsi pada Senin pagi dengan kolom abu mencapai sekitar 500 meter di atas puncak.

Penulis: Natash Monday, 21 September 2026 📖 2 menit
Gunung Semeru Erupsi, Badan Geologi Larang Aktivitas dalam Radius 13 Km
Gunung Semeru erupsi pada Senin pagi dengan kolom abu mencapai sekitar 500 meter di atas puncak dan bergerak ke arah timur laut. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Gunung Semeru di Jawa Timur kembali erupsi pada Senin pagi dengan kolom abu mencapai sekitar 500 meter di atas puncak.

Erupsi Gunung Semeru tersebut terekam pada pukul 10.00 WIB dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar satu menit 34 detik.

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan kolom abu hasil erupsi berwarna kelabu tebal dan teramati condong ke arah timur laut.

"Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 1 menit 34 detik. Kolom abu berwarna kelabu tebal teramati condong ke arah timur laut," kata Lana dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Saat ini Gunung Semeru masih berada pada Status Level III atau Siaga.

Dengan status tersebut, Badan Geologi merekomendasikan masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan.

Larangan aktivitas berlaku hingga jarak 13 kilometer dari pusat erupsi Gunung Semeru.

Masyarakat yang berada di luar radius tersebut juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan.

Area tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar dengan jangkauan hingga 17 kilometer dari puncak.

Badan Geologi juga menetapkan zona bahaya dengan radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru.

Zona tersebut harus steril dari aktivitas masyarakat maupun wisatawan karena masih terdapat ancaman lontaran batu pijar.

Selain ancaman lontaran material vulkanik, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran dan guguran lava.

Potensi banjir lahar hujan juga perlu diwaspadai di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Beberapa aliran sungai yang menjadi perhatian meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Badan Geologi meminta masyarakat mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Semeru dan mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan.

Informasi mengenai perkembangan aktivitas gunung api serta rekomendasi teknis dapat dipantau melalui kanal resmi Badan Geologi.

"Perkembangan aktivitas dan rekomendasi teknis dapat dipantau melalui magma.esdm.go.id badan geologi," kata Lana.

Kondisi Gunung Semeru tersebut menjadi perhatian karena aktivitas erupsi masih berlangsung dalam status Level III atau Siaga.

Masyarakat dan wisatawan yang berada di sekitar kawasan Gunung Semeru perlu memperhatikan batas zona bahaya dan perkembangan informasi resmi terkait aktivitas vulkanik.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK