Maskapai Indonesia Mulai Gunakan AI untuk Layani Penumpang
Maskapai Indonesia mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI untuk meningkatkan efisiensi pelayanan, termasuk rebooking otomatis dan layanan penumpang dalam berbagai bahasa.
Faktakalbar.id - Maskapai penerbangan di Indonesia mulai mengadopsi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi pelayanan kepada penumpang.
Langkah tersebut diperkenalkan oleh Indonesian National Air Carriers Association (INACA) bersama KIU System Solutions melalui sosialisasi teknologi digital untuk mendukung penanganan penumpang yang lebih efektif dan efisien. Informasi tersebut disampaikan INACA di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
AI Bantu Tingkatkan Pelayanan Penumpang
Sekretaris Jenderal INACA Bayu Sutanto mengatakan penanganan penumpang menjadi salah satu tantangan bagi maskapai, terutama karena jumlah perjalanan dan penumpang yang besar serta beragam.
Selain itu, industri penerbangan memiliki proses operasional yang kompleks, mulai dari aspek keselamatan dan keamanan hingga pengelolaan bisnis.
Menurut INACA, sistem digital yang lebih efektif diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan penumpang sekaligus mendukung keselamatan dan keamanan operasional penerbangan.
Asisten AI Layani Penumpang dalam 75 Bahasa
Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah KIUT AI Concierge, asisten perjalanan berbasis generative AI.
Sistem tersebut dirancang untuk menangani transaksi dalam jumlah besar sekaligus memahami emosi dan preferensi pengguna dalam lebih dari 75 bahasa.
AI ini juga dapat terhubung langsung dengan sejumlah saluran komunikasi yang digunakan penumpang, seperti WhatsApp, Telegram, dan Web Messenger.
Bisa Bantu Rebooking Secara Otomatis
Teknologi AI tersebut juga dapat membantu proses rebooking ketika terjadi gangguan penerbangan.
Proses penjadwalan ulang penerbangan dapat dilakukan secara otomatis dalam hitungan detik tanpa harus selalu melibatkan petugas secara manual.
Selain membantu penumpang ketika terjadi gangguan perjalanan, sistem tersebut juga dapat mendukung penjualan langsung dan menawarkan layanan tambahan kepada pelanggan.
Sejumlah Maskapai Ikut Sosialisasi
Sosialisasi teknologi tersebut diikuti sejumlah maskapai penerbangan berjadwal yang menjadi anggota INACA.
Beberapa di antaranya adalah Garuda Indonesia, Citilink, Pelita Air, Indonesia AirAsia, TransNusa, Sriwijaya Air, NAM Air, serta BBN Airlines.
Sistem yang diperkenalkan tidak hanya berkaitan dengan AI, tetapi merupakan sistem digital yang menghubungkan berbagai proses dalam operasional penerbangan, mulai dari pemesanan hingga pengelolaan pendapatan.
Menuju Layanan Penerbangan yang Lebih Digital
INACA berharap pemanfaatan teknologi digital dapat membantu maskapai menghadapi kebutuhan industri penerbangan yang semakin kompleks.
Penerapan AI juga diharapkan membuat proses pelayanan menjadi lebih cepat, terutama ketika maskapai menghadapi jumlah penumpang yang tinggi atau gangguan operasional.
Dengan semakin berkembangnya teknologi tersebut, layanan penerbangan di Indonesia berpotensi menjadi lebih terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan penumpang.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.