Lahan 14 Hektare Terbakar di Sidenreng Rappang
Faktakalbar.id - Kebakaran hutan dan lahan berskala cukup besar melanda wilayah Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan
Faktakalbar.id - Kebakaran hutan dan lahan berskala cukup besar melanda wilayah Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan pada Senin (24/8).
Bencana ini tercatat menghanguskan total area lahan produktif dan semak belukar seluas 14 hektare.
Titik kebakaran awal terdeteksi berada di Lingkungan Dua Bunga Wellu, Kelurahan Batu Lappa.
Api kemudian menyebar dengan cepat dan meluas hingga mencapai wilayah administratif Desa Lainungeng di sekitarnya.
Dari total luasan area terdampak, sekitar tiga hektare lahan yang terbakar berada di kawasan Kelurahan Batu Lappa.
Sementara itu, sisa lahan seluas 11 hektare yang terbakar berlokasi di area Desa Lainungeng.
Merespons situasi krisis tersebut, BPBD Kabupaten Sidenreng Rappang segera turun langsung ke lapangan.
Petugas BPBD langsung melakukan peninjauan lokasi sekaligus asesmen cepat terkait dampak kebakaran lahan ini.
Koordinasi intensif segera dijalin dengan pemerintah setempat untuk mempercepat langkah penanganan darurat di lapangan.
Upaya pemadaman api dilakukan secara terpadu bersama personel Tim Pemadam Kebakaran daerah.
Tim gabungan saling bahu-membahu menyemprotkan air guna menghentikan laju perluasan kobaran api.
Hingga Senin (24/8) sore, kobaran api di kawasan Kelurahan Batu Lappa telah berhasil dipadamkan oleh petugas.
Namun, tantangan masih dihadapi oleh tim gabungan di kawasan Desa Lainungeng yang letaknya berdekatan.
Di lokasi tersebut masih terdapat beberapa titik api yang terus menyala dan intensif ditangani oleh petugas.
Kondisi angin dan vegetasi yang kering membuat proses pemadaman di titik tersisa membutuhkan waktu ekstra.
"Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi karhutla dan segera melaporkan kejadian kepada BPBD," sebut keterangan BNPB.
"Pemerintah daerah diminta untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan prasarana dalam menghadapi potensi bencana," tegas instansi tersebut.
Setiap kejadian kebakaran harus segera ditangani oleh instansi terkait agar dampak kerusakan tidak semakin meluas.
Ketersediaan armada pemadam yang memadai sangat krusial dalam meminimalisasi kerusakan akibat kebakaran lahan darurat ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.