faktakalbar

Kronologi Warga Kapuas Hulu Tenggelam Saat Pasang Pukat Hingga Ditemukan Meninggal Dunia

Faktakalbar.id - Seorang pemuda bernama Kuwierianus Mardi (21) ditemukan meninggal dunia setelah jatuh dari sampan saat memasang pukat di Sungai Kapuas.

Penulis: Wati Sunday, 01 November 2026 📖 1 menit
Kronologi Warga Kapuas Hulu Tenggelam Saat Pasang Pukat Hingga Ditemukan Meninggal Dunia
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban tenggelam di perairan Desa Ujung Bayur, Kecamatan Embaloh Hilir. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Seorang pemuda bernama Kuwierianus Mardi (21) ditemukan meninggal dunia setelah jatuh dari sampan saat memasang pukat di Sungai Kapuas.

Korban ditemukan di perairan Desa Ujung Bayur, Kecamatan Embaloh Hilir, setelah hilang sejak Kamis (29/10/2026).

Insiden ini terjadi ketika korban sedang beraktivitas menangkap ikan bersama rekan-rekannya pada pagi hari.

Kasi Humas Polres Kapuas Hulu Jamali menerangkan bahwa korban mendadak terjatuh ke sungai saat baru memasang sedikit pukat.

“Peristiwa nahas tersebut bermula pada Kamis (29/10) sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, korban bersama sejumlah rekannya sedang berada di Sungai Kapuas untuk memasang jaring pukat,” katanya.

Rekan-rekan di sekitar lokasi kejadian sempat mengupayakan pertolongan segera setelah korban tercebur.

Namun arus deras dan kedalaman sungai menyebabkan tubuh korban dengan cepat tenggelam ke dasar air.

“Melihat kejadian tersebut, rekan-rekan korban langsung berusaha memberikan pertolongan. Akan tetapi, korban dengan cepat tenggelam dan tidak terlihat kembali ke permukaan,” tutur Jamali.

Upaya pencarian skala besar langsung dikerahkan dengan menyisir perairan hingga ke wilayah hilir.

“Sejak laporan diterima, personel Polres Kapuas Hulu bersama Polsek Bika, Bhabinkamtibmas, unsur pemerintah kecamatan, BPBD, Tim SAR, Polair, dan masyarakat terus melakukan koordinasi serta penyisiran di sekitar lokasi kejadian hingga ke wilayah hilir Sungai Kapuas,” ujarnya Kasi Humas.

Petugas Bhabinkamtibmas Desa Penyeluang Pilipus Julius turut mendampingi serta memberikan penguatan psikologis kepada pihak keluarga.

Dari hasil penggalian informasi, pihak keluarga mengonfirmasi bahwa korban memiliki riwayat medis tertentu sebelum kejadian.

“Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat sering mengalami pingsan secara tiba-tiba. Keluarga juga telah menyatakan menerima dan mengikhlaskan kepergian korban serta tidak akan menuntut pihak mana pun atas kejadian tersebut,” tutur Jamali.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK