Kapolres Kapuas Hulu dan Ormas Imbau Warga Stop Sebar Isu Pemukulan Kedamin di Sosmed
Faktakalbar.id - Keluarga korban aksi pemukulan bersama Ormas SABER, Ormas TBBR, dan Kapolres Kapuas Hulu Wisnu Perdana Putra mengimbau masyarakat untuk menghentikan penyebaran informasi terkait insiden Terminal Kedamin di media sosial.
Faktakalbar.id - Keluarga korban aksi pemukulan bersama Ormas SABER, Ormas TBBR, dan Kapolres Kapuas Hulu Wisnu Perdana Putra mengimbau masyarakat untuk menghentikan penyebaran informasi terkait insiden Terminal Kedamin di media sosial.
Imbauan bersama tersebut disepakati usai pengakuan kekhilafan Kapolres dan penyelesaian kesepakatan damai melalui hukum adat Dayak Punan Uheng Kereho di Putussibau Selatan, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Seluruh pihak meminta masyarakat netizen tidak menyebarkan narasi bohong atau spekulasi liar yang dapat memperkeruh situasi kamtibmas di daerah.
Langkah ini dinilai krusial guna menghentikan timbulnya kesalahpahaman publik pascadicapainya titik temu secara kekeluargaan.
Sebelumnya insiden pemukulan warga di warung kopi Terminal Kedamin sempat memicu polemik di tengah masyarakat usai ramai dipublikasikan media massa.
Kapolres Kapuas Hulu Wisnu Perdana Putra secara terbuka menyampaikan penyesalan atas dugaan penganiayaan saat aksi kerja bakti berlangsung.
Dokumen Berita Acara Kesepakatan Penyelesaian Secara Adat telah ditandatangani oleh Wisnu Perdana Putra bersama pihak keluarga korban Iki Adi.
Penandatanganan tersebut disaksikan pengurus adat Tumenggung Yohanes Sungkin serta jajaran Ormas SABER dan Ormas TBBR.
Dalam kesepakatan tersebut, Kapolres menyatakan siap bertanggung jawab mematuhi sanksi adat yang dijatuhkan lembaga adat setempat.
Sementara itu, pihak korban telah memaafkan kejadian tersebut dan berjanji tidak akan menempuh jalur hukum lanjutan.
Tokoh organisasi masyarakat menegaskan komitmennya untuk mengawal ketertiban lingkungan serta meredam gejolak informasi di media sosial.
Masyarakat Kapuas Hulu diminta tetap mengedepankan asas kekeluargaan dan menghormati keputusan adat yang sudah disepakati bersama.
Aparat kepolisian bersama pengurus ormas mengimbau warga menghentikan aktivitas membagikan potongan video maupun opini provokatif.
Penanganan sengketa berbasis adat di Desa Cempaka Baru diharapkan dapat mengembalikan keharmonisan hubungan warga dan jajaran kepolisian.
Pihak kepolisian memastikan stabilitas keamanan di wilayah hukum Kapuas Hulu tetap terjaga dengan memelihara persatuan antaretnis.
Seluruh aktivitas pelayanan umum dan perdagangan di sekitar Terminal Bus Kedamin kini telah kembali berjalan normal.
Sinergi antara pemangku adat, aparat penegak hukum, dan organisasi masyarakat menjadi pilar utama terjaganya kerukunan di Kapuas Hulu.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.