faktakalbar

KPK Usut Dugaan Konflik Kepentingan dan Praktik Suap Pengadaan Dana Kebencanaan di Lingkungan BNPB

Faktakalbar.id - Komisi Pemberantasan Korupsi mengusut praktik konflik kepentingan dan dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Penulis: Wati Saturday, 24 October 2026 📖 1 menit
KPK Usut Dugaan Konflik Kepentingan dan Praktik Suap Pengadaan Dana Kebencanaan di Lingkungan BNPB
Gedung Merah Putih KPK di Jakarta tempat berlangsungnya proses penyidikan kasus dugaan korupsi dana kebencanaan BNPB. (Dok. KPK)

Faktakalbar.id - Komisi Pemberantasan Korupsi mengusut praktik konflik kepentingan dan dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Perkara korupsi tersebut melibatkan penggunaan Dana Siap Pakai kebencanaan yang disalurkan oleh lembaga pemerintah tersebut.

Lembaga antirasuah telah menetapkan lima orang sebagai tersangka utama dalam skandal penyimpangan dana bencana ini.

Para tersangka terdiri dari unsur pejabat internal, tenaga ahli instansi, hingga pihak swasta yang terlibat langsung.

Tersangka dari pihak internal meliputi Bima Setiawan serta Kasubdit Pengelolaan Bantuan dan Kedaruratan BNPB Gabriel Purwaka Sigit.

Selain itu, penyidik menetapkan tenaga ahli Richard Erlangga beserta dua pihak swasta yakni Gery P dan Syifa NG.

Penyidik menemukan indikasi penyalahgunaan wewenang dalam proses penunjukan langsung penyedia barang dan jasa kebencanaan.

Tim penyidik terus mengumpulkan alat bukti melalui tindakan penggeledahan dan penyitaan aset di berbagai lokasi.

Langkah penyitaan kendaraan mewah milik para tersangka dilakukan untuk memperkuat pembuktian tindak pidana korupsi.

Empat unit mobil mewah dari berbagai merek terkenal telah disita petugas dalam kurun waktu penyidikan terakhir.

“Bahwa pada hari ini Jumat (23/10), Penyidik kembali melakukan penyitaan terhadap satu unit mobil BMW dari tersangka RIC,” kata Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo.

Penyidik mengamankan kendaraan tersebut dari wilayah Jakarta guna melengkapi berkas perkara yang sedang disusun.

“Tiga mobil yang disita yaitu satu merek AION, BYD/Atto 3 Superior, dan BMW,” ujar Budi Prasetyo.

Penyidik akan mendalami setiap temuan guna mengungkapkan konstruksi perkara secara utuh kepada masyarakat luas.

Penyalahgunaan dana bencana dinilai sangat merugikan keuangan negara serta mencoreng tata kelola penanggulangan bencana.

Proses pemeriksaan terhadap para tersangka dan saksi kunci terus dijadwalkan secara berkala oleh tim penyidik.

Langkah penelusuran aset juga diintensifkan guna memulihkan kerugian keuangan negara akibat tindak pidana korupsi tersebut.

Penyidik berkomitmen menuntaskan penanganan perkara ini hingga persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Pengusutan tuntas kasus ini diharapkan dapat memberikan efek jera serta mencegah perbuatan serupa di masa mendatang.

KPK menegaskan komitmennya untuk menindak tegas seluruh pihak yang terlibat dalam penyelewengan anggaran kebencanaan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK