KNKT Ungkap Hasil Identifikasi Awal Insiden Power Bank Terbakar di Pesawat Batik Air
KNKT mengungkap hasil identifikasi awal insiden power bank yang terbakar di pesawat Batik Air. Investigasi menyebut sumber asap berasal dari baterai lithium pada power bank milik penumpang.
Faktakalbar.id — Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap hasil identifikasi awal terkait insiden power bank yang terbakar di dalam kabin pesawat Batik Air. Berdasarkan pemeriksaan sementara, sumber asap dan panas berasal dari baterai lithium pada perangkat power bank milik salah seorang penumpang.
Peristiwa tersebut terjadi ketika pesawat sedang dalam penerbangan. Awak kabin bergerak cepat melakukan penanganan sehingga situasi dapat dikendalikan dan penerbangan tetap berlangsung dengan aman.
Baterai Lithium Diduga Jadi Sumber Insiden
Ketua KNKT menjelaskan, hasil identifikasi awal menunjukkan gejala thermal runaway, yaitu kondisi ketika baterai lithium mengalami peningkatan suhu secara drastis hingga memicu asap dan percikan api.
Fenomena tersebut dapat terjadi apabila baterai mengalami kerusakan fisik, korsleting internal, atau menerima tekanan maupun panas berlebih.
Meski demikian, KNKT masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab utama terjadinya insiden tersebut.
Awak Kabin Bertindak Cepat
KNKT memberikan apresiasi kepada awak kabin Batik Air yang dinilai telah menjalankan prosedur keselamatan sesuai standar.
Begitu mengetahui adanya asap dari tas penumpang, kru langsung mengamankan lokasi, memisahkan perangkat yang bermasalah, serta melakukan penanganan menggunakan peralatan keselamatan yang tersedia di dalam pesawat.
Respons cepat tersebut membuat situasi tetap terkendali dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Investigasi Masih Berlanjut
Selain memeriksa perangkat power bank, KNKT juga mengumpulkan keterangan dari awak pesawat dan penumpang yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Hasil investigasi lengkap nantinya akan digunakan untuk mengetahui faktor penyebab secara pasti sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi maskapai dan regulator penerbangan.
Penumpang Diimbau Patuhi Aturan Membawa Power Bank
KNKT kembali mengingatkan masyarakat agar mematuhi ketentuan membawa perangkat elektronik berbaterai lithium saat bepergian menggunakan pesawat.
Power bank sebaiknya dibawa ke dalam kabin sesuai batas kapasitas yang diizinkan maskapai dan tidak ditempatkan di bagasi tercatat.
Penumpang juga diimbau untuk tidak menggunakan power bank yang mengalami kerusakan, menggelembung, atau menunjukkan tanda-tanda tidak normal karena berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.
Keselamatan Penerbangan Jadi Prioritas
KNKT menegaskan bahwa keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Hasil investigasi akan menjadi dasar penyempurnaan prosedur penanganan perangkat elektronik berbaterai lithium di dalam pesawat guna meminimalkan risiko kejadian serupa pada masa mendatang.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.