Ketahanan Stok Pertalite Menipis, DEN Soroti Tata Kelola Kuota dan Distribusi BBM
Ketahanan stok Pertalite turun menjadi 16–18 hari. DEN menyoroti pengelolaan kuota BBM dan distribusi agar sesuai kebutuhan masyarakat.
Faktakalbar.id - Dewan Energi Nasional (DEN) menyoroti penurunan ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. Pemerintah diminta mengantisipasi kondisi tersebut melalui pengelolaan kuota yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta memastikan distribusi BBM berjalan lancar.
Berdasarkan laporan Bisnis.com pada Senin (19/10/2026), ketahanan stok Pertalite nasional turun dari sebelumnya 20–23 hari menjadi 16–18 hari operasi. Penurunan ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
Penurunan ketahanan stok tersebut dikaitkan dengan perubahan pola konsumsi masyarakat yang beralih dari BBM nonsubsidi, seperti Pertamax, ke Pertalite yang harganya lebih terjangkau.
Anggota DEN sekaligus praktisi kebijakan energi, Muhammad Kholid Syeirazi, mengatakan perubahan konsumsi tersebut perlu diantisipasi dengan pengelolaan kuota yang lebih fleksibel dan mengikuti kebutuhan aktual di lapangan.
Menurutnya, pemerintah bersama DPR perlu mengevaluasi tata kelola alokasi dan kebijakan harga BBM agar penyaluran sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat, bukan hanya berdasarkan kuota historis.
DEN Soroti Kesesuaian Kuota dan Distribusi BBM
Kholid mengingatkan bahwa ketersediaan stok secara nasional belum tentu menjamin masyarakat dapat memperoleh BBM dengan mudah di setiap daerah.
Karena itu, pengelolaan kuota perlu mempertimbangkan perubahan permintaan, terutama ketika terjadi pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi ke Pertalite. Distribusi juga harus dipastikan mampu mengikuti kebutuhan setiap wilayah.
Persoalan ini menjadi penting karena peningkatan konsumsi di suatu daerah dapat membuat alokasi BBM lebih cepat terserap. Jika tidak diantisipasi, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kendala pasokan di tingkat SPBU meskipun stok nasional masih tersedia.
Dalam jangka panjang, Kholid menilai ketahanan energi Indonesia juga perlu diperkuat melalui peningkatan produksi minyak, kapasitas kilang, dan cadangan penyangga energi agar pasokan tidak terus bergantung pada impor serta stok operasional yang terbatas.
Pemerintah Targetkan Stok Kembali Optimal
Sebelumnya, Bahlil menjelaskan bahwa penurunan ketahanan stok Pertalite terjadi di tengah pergeseran konsumsi masyarakat menuju BBM dengan harga yang lebih ekonomis.
Meski ketahanan stoknya menurun, Bahlil menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak serta-merta berarti stok Pertalite berada di bawah standar minimal. Pemerintah menargetkan ketahanan stok kembali ke kisaran 20 hari dalam waktu sekitar satu pekan melalui peningkatan produksi dan proses pencampuran BBM di kilang.
Bahlil juga menyatakan bahwa penurunan ketahanan stok tersebut terjadi pada Pertalite, sedangkan persediaan jenis BBM lain, termasuk solar dan sejumlah BBM nonsubsidi, disebut tidak mengalami masalah serupa.
Dengan kondisi tersebut, pemantauan stok, penyesuaian kuota, dan kelancaran distribusi menjadi faktor penting untuk menjaga pasokan Pertalite tetap tersedia bagi masyarakat.
Pemerintah diharapkan dapat memastikan bahwa pengelolaan pasokan tidak hanya memperhatikan angka stok nasional, tetapi juga kondisi distribusi dan kebutuhan aktual di masing-masing wilayah.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.