Kepala BRIN Dorong Hilirisasi Tambang Berbasis Teknologi Masa Depan demi Tingkatkan Daya Saing
Kepala BRIN menegaskan hilirisasi sektor pertambangan harus mengedepankan teknologi masa depan agar mampu meningkatkan nilai tambah, efisiensi industri, dan daya saing Indonesia di pasar global.
Faktakalbar.id — Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi modern dalam program hilirisasi sektor pertambangan. Menurutnya, pengolahan sumber daya mineral tidak cukup hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga harus didukung inovasi agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.
Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar sebagai negara penghasil mineral strategis. Namun, potensi tersebut hanya akan memberikan manfaat maksimal apabila proses pengolahannya memanfaatkan teknologi yang lebih maju dan berorientasi pada kebutuhan industri masa depan.
Hilirisasi Tidak Cukup Berhenti pada Pengolahan Dasar
Kepala BRIN menjelaskan bahwa hilirisasi seharusnya tidak hanya berfokus pada pengolahan bahan mentah menjadi produk setengah jadi. Tahapan selanjutnya adalah menciptakan produk bernilai tinggi yang mampu bersaing di pasar internasional melalui dukungan riset dan inovasi.
Menurutnya, penguatan teknologi menjadi kunci agar Indonesia tidak sekadar menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga mampu menjadi produsen berbagai produk industri berteknologi tinggi.
Riset dan Inovasi Harus Menjadi Fondasi
BRIN mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku industri untuk mempercepat pengembangan teknologi pengolahan mineral.
Kerja sama tersebut dinilai penting agar hasil penelitian dapat langsung diterapkan dalam proses produksi sehingga meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.
Siapkan SDM Menghadapi Industri Masa Depan
Selain pengembangan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Kepala BRIN menilai kebutuhan tenaga kerja di sektor pertambangan ke depan akan semakin bergeser ke bidang teknologi, digitalisasi, dan kecerdasan buatan.
Karena itu, pengembangan kompetensi SDM harus berjalan seiring dengan transformasi industri agar Indonesia memiliki tenaga ahli yang mampu mengoperasikan teknologi modern.
Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Penerapan teknologi dalam hilirisasi juga diharapkan mampu menciptakan industri yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Dengan demikian, pengelolaan sumber daya alam tidak hanya memberikan manfaat ekonomi jangka pendek, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan bagi generasi mendatang.
Menurut BRIN, transformasi industri pertambangan melalui inovasi akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global sekaligus meningkatkan kontribusi sektor mineral terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.