Kepala BGN Jelaskan Alasan Pelibatan TNI dan Polri dalam Program Makan Bergizi Gratis
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjelaskan pelibatan TNI dan Polri dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan mendukung distribusi, efisiensi anggaran, dan percepatan pelaksanaan program.
Faktakalbar.id — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjelaskan alasan pelibatan TNI dan Polri dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, keterlibatan kedua institusi tersebut bertujuan mempercepat pelaksanaan program sekaligus mendukung efisiensi anggaran dan distribusi layanan di berbagai daerah.
Sudaryono mengatakan TNI dan Polri memiliki jaringan hingga ke tingkat daerah sehingga dinilai mampu membantu mempercepat implementasi program, terutama pada tahap awal ketika infrastruktur pendukung MBG masih terus dibangun. Selain itu, pengalaman kedua institusi dalam pengelolaan logistik juga menjadi salah satu pertimbangan pemerintah.
Fokus pada Distribusi dan Efisiensi
Menurut Sudaryono, pelibatan TNI dan Polri bukan untuk mengambil alih tugas Badan Gizi Nasional, melainkan memperkuat koordinasi di lapangan agar distribusi makanan bergizi dapat berjalan lebih efektif.
Ia menjelaskan bahwa skema kolaborasi tersebut merupakan bentuk sinergi lintas lembaga yang diharapkan mampu menjangkau penerima manfaat secara lebih cepat, terutama di wilayah yang memiliki tantangan geografis.
Bagian dari Kolaborasi Lintas Sektor
Program MBG sejak awal dirancang sebagai program nasional yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga. Selain TNI dan Polri, pelaksanaan program juga mendapat dukungan dari kementerian teknis, pemerintah daerah, hingga pihak swasta sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
BGN menegaskan pendekatan tersebut dilakukan agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih terpadu, mulai dari penyediaan bahan pangan, distribusi, hingga pengawasan kualitas makanan yang diterima masyarakat.
Tetap Utamakan Tata Kelola yang Baik
Sudaryono memastikan pelibatan TNI dan Polri tetap mengedepankan prinsip tata kelola yang transparan dan akuntabel. Evaluasi terhadap pelaksanaan program akan terus dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh kelompok sasaran.
Pemerintah juga terus mengkaji berbagai alternatif pelaksanaan MBG sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar program semakin efektif, efisien, dan mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat tanpa mengabaikan standar keamanan pangan dan kualitas gizi.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.