Kementerian Pariwisata Tingkatkan Literasi Digital Para Pejabatnya
Kementerian Pariwisata meningkatkan literasi digital para pejabat melalui pelatihan AI dan keamanan siber untuk mendukung Tourism 5.0.
Faktakalbar.id - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meningkatkan kapasitas digital para pejabatnya melalui pelatihan literasi digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), dan keamanan siber. Langkah ini dilakukan untuk mendukung percepatan transformasi digital serta penerapan Tourism 5.0 dalam tata kelola pariwisata Indonesia.
Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji mengatakan, peningkatan kemampuan digital para pimpinan diharapkan dapat mendukung terwujudnya sektor pariwisata yang berkualitas, berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Menurut Bayu, transformasi digital telah mengubah cara pemerintah bekerja, mengambil keputusan, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, penerapan teknologi menjadi semakin penting seiring dengan penerapan konsep Tourism 5.0 di sektor pariwisata.
Bayu menjelaskan Tourism 5.0 tidak hanya berkaitan dengan digitalisasi. Konsep tersebut juga mencakup pemanfaatan teknologi, data, dan AI untuk membuat proses kerja lebih efektif sekaligus menghadirkan pengalaman pariwisata yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan wisatawan.
Pelatihan tersebut ditujukan bagi Pejabat Tinggi Madya dan Pejabat Tinggi Pratama, termasuk pejabat Eselon I dan II serta Direktur Politeknik Pariwisata di lingkungan Kemenpar. Kegiatan berlangsung pada 6–7 Oktober 2026 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Materi yang diberikan mencakup literasi digital, pemanfaatan AI, hingga keamanan siber.
Selain pembekalan materi, para pejabat juga mengikuti simulasi yang menggunakan skenario krisis atau serangan siber. Simulasi tersebut bertujuan melatih kemampuan peserta dalam merespons insiden, mengidentifikasi celah keamanan, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman digital.
Kemenpar berharap peningkatan kemampuan digital tersebut tidak berhenti pada pemahaman teknologi, tetapi dapat diterapkan dalam inovasi, pengambilan keputusan, pelayanan publik, dan pelaksanaan program prioritas kementerian.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.