faktakalbar

Kemensos Targetkan 48 Juta Keluarga Terdaftar di Perlinsos Digital

Kemensos menargetkan 48 juta keluarga terdaftar di Perlinsos Digital hingga akhir 2026 sebagai persiapan penyaluran bansos secara digital pada 2027.

Penulis: Clara Thursday, 01 October 2026 📖 1 menit
Kemensos Targetkan 48 Juta Keluarga Terdaftar di Perlinsos Digital
Kemensos menargetkan 48 juta keluarga terdaftar di Perlinsos Digital hingga akhir 2026 sebagai persiapan penyaluran bansos secara digital pada 2027. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan sekitar 48 juta keluarga terdaftar dalam sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital hingga akhir 2026. Sistem tersebut disiapkan sebagai bagian dari digitalisasi penyaluran bantuan sosial yang ditargetkan mulai digunakan pada 2027.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan target tersebut setara dengan sekitar 50 persen populasi Indonesia. Hingga akhir September 2026, lebih dari 5,6 juta keluarga telah melakukan pendaftaran dengan dukungan ratusan ribu Agen Perlinsos.

Perlinsos Digital memiliki beberapa fungsi, antara lain registrasi ulang calon penerima bansos, pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), serta penyederhanaan proses melalui teknologi.

Pemerintah menargetkan proses pendaftaran dapat mencapai sekitar 500 ribu keluarga per hari. Masyarakat yang mendaftar tidak otomatis ditetapkan sebagai penerima bansos karena kelayakan akan ditentukan melalui proses verifikasi dan penilaian sesuai data serta persyaratan yang berlaku.

Untuk memperluas jangkauan, Kemensos juga mendorong keberadaan Agen Perlinsos. Agen tersebut membantu masyarakat yang mengalami kesulitan melakukan pendaftaran secara digital, terutama kelompok seperti lansia, penyandang disabilitas, dan warga di daerah dengan keterbatasan akses teknologi.

Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat sistem penghubung pemerintah telah memproses lebih dari 19,8 juta transaksi dalam uji coba Perlinsos Digital hingga 28 September 2026. Uji coba tersebut telah menjangkau sekitar 5,4 juta kepala keluarga.

Pemerintah menyiapkan sistem ini untuk memperbaiki pemutakhiran data sekaligus mengurangi risiko masyarakat yang memenuhi kriteria tetapi tidak masuk dalam basis data penerima bantuan. Penyaluran bansos melalui sistem digital tersebut ditargetkan mulai berjalan pada awal 2027.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK