Kemendikdasmen Revitalisasi 55.000 Sekolah, Masih Ada 25.000 yang Belum Tersentuh
Kemendikdasmen mencatat 55.451 sekolah telah dijangkau revitalisasi sepanjang 2025–2026. Pemerintah menargetkan hampir 80 ribu sekolah hingga akhir 2026.
Faktakalbar.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat program revitalisasi dan pembangunan satuan pendidikan telah menjangkau 55.451 sekolah sepanjang 2025–2026. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi hampir 80.000 satuan pendidikan hingga akhir 2026.
Program ini dilakukan untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan, terutama sekolah dengan kondisi bangunan rusak, fasilitas sanitasi yang tidak layak, serta ruang belajar yang membutuhkan perbaikan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa revitalisasi sekolah menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Perbaikan fasilitas diharapkan membuat kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih aman dan nyaman bagi peserta didik.
Data Kemendikdasmen menunjukkan capaian 55.451 satuan pendidikan tersebut dihitung hingga 20 Oktober 2026. Dengan target hampir 80.000 sekolah sampai akhir tahun, pemerintah masih memiliki pekerjaan untuk memperluas jangkauan program revitalisasi.
Revitalisasi Telah Menjangkau 55.451 Sekolah
Berdasarkan siaran pers Kemendikdasmen pada 27 Oktober 2026, program revitalisasi dan pembangunan satuan pendidikan telah menjangkau 55.451 sekolah selama dua tahun pelaksanaan, yakni 2025 dan 2026.
Capaian tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat mutu layanan pendidikan di berbagai daerah.
Pada 2025, program revitalisasi dan pembangunan menjangkau 16.167 satuan pendidikan. Sementara hingga 20 Oktober 2026, program tahun berjalan telah menjangkau 39.284 satuan pendidikan dari target 31.744 satuan pendidikan atau mencapai 123,75 persen.
Target Meningkat Menjadi Hampir 80 Ribu Sekolah
Kemendikdasmen memproyeksikan jumlah sekolah yang mendapatkan revitalisasi dan pembangunan meningkat menjadi hampir 80.000 satuan pendidikan hingga akhir 2026.
Perluasan program tersebut diarahkan untuk menjangkau sekolah yang membutuhkan perbaikan fasilitas, termasuk satuan pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sekolah dengan kerusakan berat, serta sekolah yang terdampak bencana.
Prioritas tersebut diharapkan membantu pemerataan kualitas fasilitas pendidikan, sehingga kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur tidak menjadi penghambat peserta didik dalam memperoleh lingkungan belajar yang layak.
Sekolah Rusak Berat dan Wilayah 3T Jadi Prioritas
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut perbaikan sekolah menjadi perhatian pemerintah, terutama untuk memastikan tidak ada lagi peserta didik yang harus belajar di ruang kelas dengan atap rusak, fasilitas sanitasi tidak layak, maupun bangunan yang membahayakan keselamatan.
Selain sekolah rusak berat, revitalisasi juga diprioritaskan bagi satuan pendidikan di wilayah 3T dan sekolah yang terdampak bencana.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah turut mendorong keterlibatan warga sekolah dan masyarakat melalui mekanisme swakelola. Dengan pendekatan ini, pembangunan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah sekaligus melibatkan tenaga kerja dari lingkungan sekitar.
Anggaran Revitalisasi Sekolah Tahun 2026
Untuk program revitalisasi tahun 2026, Kemendikdasmen sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp26 triliun.
Dalam laporan per 15 Oktober 2026, sebanyak 35.769 satuan pendidikan telah melakukan perjanjian kerja sama (PKS) melalui program revitalisasi tahun berjalan. Jumlah tersebut mencakup jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA.
Dari jumlah itu, sebanyak 4.374 sekolah telah menyelesaikan proses pembangunan hingga Oktober 2026. Artinya, angka sekolah yang telah masuk program atau melakukan kerja sama perlu dibedakan dari jumlah sekolah yang pembangunan fisiknya sudah selesai.
Pemerintah Masih Perlu Memperluas Pemerataan Fasilitas Pendidikan
Target hampir 80.000 satuan pendidikan hingga akhir 2026 menunjukkan program revitalisasi masih akan terus berjalan. Pemerintah perlu memastikan pelaksanaannya menjangkau sekolah yang paling membutuhkan perbaikan, termasuk di daerah terpencil dan wilayah terdampak bencana.
Perbaikan fasilitas pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Selain pembangunan fisik, ketersediaan sarana pendukung dan kualitas tenaga pendidik juga diperlukan agar peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang lebih baik.
Dengan perluasan program tersebut, Kemendikdasmen berharap semakin banyak sekolah memiliki ruang belajar yang aman, nyaman, dan layak digunakan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.