Kebakaran di Bromo Meluas, 942 Hektare Lahan Hangus Terbakar
Kebakaran hutan dan lahan di kawasan TNBTS meluas hingga 942 hektare. Petugas gabungan masih melakukan pemadaman dan mencegah api kembali menyebar.
Faktakalbar.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, kembali meluas. Hingga Kamis (13/8/2026), area yang terdampak kebakaran dilaporkan mencapai sekitar 942 hektare.
Petugas gabungan masih berupaya melakukan pemadaman di sejumlah titik yang terbakar. Kondisi medan yang berada di kawasan pegunungan menjadi salah satu tantangan dalam proses penanganan kebakaran.
Luas Kebakaran Mencapai 942 Hektare
Kebakaran yang terjadi di kawasan TNBTS terus mendapat perhatian karena luasan lahan yang terdampak semakin bertambah. Area yang terbakar mencakup sejumlah kawasan vegetasi di dalam taman nasional.
Perluasan area terbakar juga membuat upaya pemadaman harus dilakukan secara intensif untuk mencegah api menjalar ke wilayah lainnya.
Petugas Gabungan Masih Berjibaku
Tim gabungan dari berbagai unsur dikerahkan untuk menangani kebakaran. Pemadaman dilakukan dengan menyesuaikan kondisi medan dan titik api yang sulit dijangkau.
Kebakaran di kawasan Bromo sebelumnya juga telah membuat sejumlah akses wisata ditutup sementara demi keselamatan pengunjung dan petugas. Salah satunya adalah Seruni Point di Kabupaten Probolinggo.
Kondisi Medan Jadi Tantangan
Kawasan TNBTS memiliki kontur pegunungan dengan sejumlah lokasi yang sulit dijangkau kendaraan pemadam. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan khusus.
Angin dan kondisi lahan yang kering juga dapat meningkatkan risiko api kembali menyala atau meluas ke area lain.
Aktivitas Wisata Terdampak
Meluasnya kebakaran turut berdampak terhadap aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo. Penutupan sejumlah akses dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi wisatawan dari risiko kebakaran dan asap.
Kawasan Bromo merupakan salah satu destinasi wisata alam populer di Jawa Timur sehingga kondisi kebakaran menjadi perhatian tidak hanya dari sisi lingkungan, tetapi juga aktivitas pariwisata.
Penyebab Kebakaran Masih Didalami
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses pendalaman. Pemerintah dan aparat terkait terus melakukan penanganan sekaligus pemantauan terhadap perkembangan titik api.
Kebakaran di kawasan konservasi menjadi perhatian serius karena dapat merusak vegetasi dan ekosistem yang berada di dalam kawasan TNBTS.
Dengan luasan yang telah mencapai 942 hektare, upaya pemadaman dan pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kebakaran tidak kembali meluas.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.