faktakalbar

Karhutla Meluas, Kemenkes Kerahkan 314 Nakes dan Logistik ke 7 Provinsi

Kemenkes mengerahkan 314 tenaga kesehatan dan ratusan ribu logistik untuk menangani dampak kabut asap karhutla di tujuh provinsi. Lebih dari 3 juta warga terdampak.

Penulis: Clara Monday, 24 August 2026 📖 2 menit
Karhutla Meluas, Kemenkes Kerahkan 314 Nakes dan Logistik ke 7 Provinsi
Kemenkes mengerahkan 314 tenaga kesehatan dan ratusan ribu logistik untuk menangani dampak kabut asap karhutla di tujuh provinsi. Lebih dari 3 juta warga terdampak. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai semakin terasa terhadap kesehatan masyarakat. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengerahkan 314 tenaga kesehatan serta mendistribusikan ratusan ribu perlengkapan kesehatan ke tujuh provinsi yang terdampak kabut asap.

Tujuh provinsi tersebut yakni Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Enam di antaranya telah menetapkan status siaga darurat bencana akibat karhutla yang terjadi di tengah musim kemarau panjang.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, mengatakan 314 tenaga kesehatan yang dikerahkan terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan epidemiolog. Konsentrasi utama penempatan tenaga kesehatan berada di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Lebih dari 3 Juta Warga Terpapar Asap

Berdasarkan data Kemenkes, lebih dari 3 juta warga di 37 kabupaten/kota terpapar langsung kabut asap akibat karhutla.

Dampaknya mulai terlihat pada peningkatan kasus gangguan pernapasan. Di Kalimantan Tengah, misalnya, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) meningkat dari 402 kasus menjadi 716 kasus hanya dalam waktu satu pekan, atau naik sekitar 78,1 persen.

Sementara itu, di Kalimantan Barat, Kemenkes mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA sejak Januari 2026. Lonjakan kasus paling tinggi dilaporkan terjadi di Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah.

Selain ISPA, gangguan kesehatan seperti asma dan iritasi juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah terdampak karhutla.

Ratusan Ribu Masker Disalurkan

Untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat kabut asap, Kemenkes telah menyalurkan berbagai perlengkapan medis.

Bantuan yang didistribusikan antara lain 278.940 masker, 56 unit oxygen concentrator, 40 face shield, 1.000 pasang sarung tangan medis, 36 tabung Oxycan, delapan set APD, 33 dus pemberian makanan tambahan, serta obat-obatan dan vitamin.

Di sejumlah wilayah yang dinilai rawan, seperti Barito Utara, Barito Timur, dan Palangka Raya, pemerintah juga mendirikan pos kesehatan dan ruang oksigen untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak.

Masyarakat Diminta Waspadai Gangguan Pernapasan

Kemenkes mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama kualitas udara memburuk akibat asap karhutla.

Masyarakat, terutama kelompok rentan, diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara tidak sehat dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.

Hingga data yang disampaikan Kemenkes, belum ada laporan korban jiwa akibat bencana asap karhutla. Namun, peningkatan kasus ISPA dan gangguan pernapasan menunjukkan bahwa dampak kesehatan akibat kabut asap perlu terus diantisipasi.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK