faktakalbar

Kapolri Siapkan Program Poliran untuk Bantu Pengangguran, Peserta Akan Dilatih hingga Disalurkan Kerja

Kapolri Suyudi Ario Seto menyiapkan program Poliran untuk membantu pengangguran melalui pelatihan keterampilan dan penyaluran kerja. Simak cara kerja dan sasaran programnya.

Penulis: Clara Saturday, 31 October 2026 📖 3 menit
Kapolri Siapkan Program Poliran untuk Bantu Pengangguran, Peserta Akan Dilatih hingga Disalurkan Kerja
Kapolri Suyudi Ario Seto menyiapkan program Poliran untuk membantu pengangguran melalui pelatihan keterampilan dan penyaluran kerja. Simak cara kerja dan sasaran programnya. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyiapkan program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) untuk membantu masyarakat yang belum memiliki pekerjaan agar memperoleh keterampilan dan kesempatan kerja.

Program tersebut dirancang melalui kerja sama Polri dengan sejumlah kementerian, pemerintah daerah, balai latihan kerja (BLK), hingga perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

Suyudi menjelaskan, persoalan pengangguran perlu mendapat perhatian karena dinilai berpotensi berkaitan dengan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Hal itu disampaikan Kapolri setelah bertemu Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Menurut Suyudi, Poliran menjadi salah satu upaya agar masyarakat yang belum bekerja dapat kembali produktif melalui pelatihan dan akses ke lapangan pekerjaan.

Bhabinkamtibmas Akan Jangkau Pengangguran hingga Desa

Dalam pelaksanaannya, Polri akan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas untuk menjangkau masyarakat yang belum memiliki pekerjaan.

Personel kepolisian tersebut akan bekerja sama dengan perangkat desa dan pendamping desa untuk mendata serta mengidentifikasi warga yang membutuhkan kesempatan kerja.

Pendekatan ini diharapkan membuat program Poliran dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat desa, termasuk warga yang selama ini kesulitan memperoleh akses informasi pekerjaan maupun pelatihan keterampilan.

Setelah proses pendataan, calon peserta akan diarahkan mengikuti pelatihan sesuai kebutuhan dan peluang kerja yang tersedia.

Polri juga berencana melibatkan pemerintah daerah agar pelaksanaan program dapat disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja di masing-masing wilayah.

Gandeng Kemnaker dan Manfaatkan Balai Latihan Kerja

Kapolri menyebut program Poliran akan dijalankan melalui kolaborasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri.

Balai Latihan Kerja (BLK) yang tersedia di berbagai daerah akan disinergikan untuk mendukung kegiatan pelatihan.

Peserta nantinya akan mendapatkan pembekalan keterampilan, terutama kemampuan soft skill, sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Selain pelatihan, Polri juga menyiapkan kerja sama dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Penyaluran peserta akan dilakukan melalui perusahaan yang telah menjalin kesepakatan kerja sama atau nota kesepahaman dengan pihak terkait.

Dengan skema tersebut, Poliran tidak hanya berfokus pada pendataan dan pelatihan, tetapi juga diarahkan untuk menghubungkan peserta dengan kebutuhan tenaga kerja di dunia usaha.

Mantan Pengguna Narkoba Pascarehabilitasi Juga Jadi Sasaran

Program Poliran tidak hanya menyasar masyarakat yang belum memiliki pekerjaan secara umum. Polri juga memberi perhatian kepada orang-orang yang telah menjalani rehabilitasi ketergantungan narkotika, tetapi belum mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan proses pemulihan.

Kapolri menilai akses pekerjaan dan kesempatan untuk kembali produktif penting bagi mereka yang sedang membangun kehidupan setelah rehabilitasi.

Karena itu, pelaksanaan program akan melibatkan kementerian terkait, termasuk Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan.

Pelatihan dan pendampingan diharapkan dapat membantu peserta memperoleh kemampuan yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja serta mengurangi risiko kembali menggunakan narkotika atau mengalami kekambuhan.

Kemendes Siap Sinergikan Poliran dengan Program Desa

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyambut rencana kerja sama tersebut. Ia menyebut Poliran dapat disinergikan dengan program 12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia.

Menurut Yandri, pengembangan desa tematik berpotensi membuka kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.

Beberapa program yang dapat disinergikan antara lain desa ekspor, desa wisata, serta pengembangan sentra peternakan dan perikanan.

Program desa tematik tersebut diharapkan dapat menciptakan kegiatan ekonomi produktif sekaligus menyerap tenaga kerja di wilayah perdesaan.

Dengan menghubungkan pelatihan Poliran dan pengembangan potensi ekonomi desa, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak kesempatan untuk memperoleh pekerjaan tanpa harus selalu mencari peluang di kota besar.

Poliran Masih Disiapkan untuk Diluncurkan Secara Nasional

Kapolri menyampaikan bahwa program Poliran saat ini masih dalam tahap persiapan. Polri berencana meluncurkannya secara nasional setelah koordinasi dengan kementerian, pemerintah daerah, dan pihak perusahaan dimatangkan.

Hingga pengumuman pada 30 Oktober 2026, belum ada rincian resmi mengenai jadwal pendaftaran, jumlah kuota peserta, wilayah pelaksanaan tahap awal, maupun persyaratan teknis untuk mengikuti program.

Masyarakat yang tertarik dapat memantau informasi lanjutan melalui kanal resmi Polri dan pemerintah daerah masing-masing.

Melalui Poliran, pemerintah berharap masyarakat yang belum bekerja, termasuk warga pascarehabilitasi narkoba, memperoleh akses pelatihan dan kesempatan kerja. Program ini sekaligus diarahkan untuk mendukung produktivitas masyarakat dan menjaga situasi keamanan serta ketertiban di lingkungan sekitar.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK