Hotspot Karhutla Naik Jadi 154 Titik, Kemenhut Perkuat Pemadaman di Kalteng
Hotspot karhutla naik menjadi 154 titik pada Oktober 2026. Kemenhut memperkuat pemadaman di Kalimantan Tengah dengan mengerahkan 37 helikopter water bombing.
Faktakalbar.id - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Kalimantan Tengah (Kalteng). Langkah tersebut dilakukan setelah jumlah titik panas atau hotspot nasional meningkat menjadi 154 titik berdasarkan pemantauan satelit pada Kamis (29/10/2026) pukul 21.00 WIB.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) Kemenhut yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi meningkat 36 titik dibandingkan hari sebelumnya yang tercatat sebanyak 118 titik.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, mengatakan peningkatan tersebut menjadi dasar untuk memperkuat kewaspadaan dan respons cepat di lapangan, terutama di Kalimantan Tengah.
17 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan Tengah
Dari enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, terdeteksi 18 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi. Sebanyak 17 titik berada di Kalimantan Tengah, sedangkan satu titik lainnya ditemukan di Sumatera Selatan.
Sementara itu, empat provinsi lainnya, yakni Kalimantan Barat, Jambi, Kalimantan Selatan, dan Riau, masih tercatat nihil hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi.
Kemenhut menjelaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit. Data tersebut tidak bisa langsung diartikan sebagai jumlah kejadian kebakaran ataupun luas lahan yang terbakar. Karena itu, setiap indikasi harus diverifikasi melalui patroli dan pemeriksaan langsung di lapangan (groundcheck).
Sejumlah Wilayah di Kalteng Masih Membutuhkan Pemadaman
Berdasarkan laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan Kemenhut pada 29 Oktober 2026, operasi pemadaman masih berlangsung di sejumlah lokasi di Kalimantan Tengah.
Di KHDTK Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, petugas Manggala Agni melakukan pembasahan lahan, patroli, dan pemantauan untuk mencegah kebakaran kembali muncul.
Sementara itu, di Sakakajang dan Tanjung Taruna, petugas masih menemukan kepulan asap dari lahan gambut sehingga diperlukan pemadaman lanjutan.
Penanganan juga dilakukan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, tepatnya di wilayah Sei Sekonyer–Tanjung Harapan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Kebakaran bawah pada lahan gambut di kawasan tersebut masih menyisakan bara yang belum sepenuhnya padam.
Kemenhut Siagakan 61 Armada Udara untuk Pemadaman
Untuk memperkuat penanganan karhutla, Kemenhut menyiagakan sebanyak 61 unit armada udara. Jumlah tersebut terdiri atas 24 pesawat untuk patroli, CASA, dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta 37 helikopter untuk operasi pengeboman air atau water bombing.
Dukungan udara tersebut melengkapi upaya pemadaman yang dilakukan petugas di darat, termasuk pembasahan lahan, penyisiran bara, dan pemantauan di kawasan rawan kebakaran.
Kemenhut menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada penurunan jumlah hotspot, tetapi juga memastikan api dan bara benar-benar padam agar kebakaran tidak kembali terjadi.
Masyarakat Diimbau Tidak Membuka Lahan dengan Cara Membakar
Kemenhut mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar tidak membuka maupun membersihkan lahan menggunakan cara membakar.
Masyarakat yang menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran diminta segera melapor kepada Posko Karhutla Kementerian Kehutanan melalui:
- Telepon: 021-5704618
- WhatsApp: +62 8131-00-35000
Pelaporan sejak dini diharapkan membantu petugas melakukan penanganan lebih cepat sehingga kebakaran tidak meluas dan berdampak pada masyarakat maupun kawasan hutan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.