Kabut Asap Karhutla Makin Mengganggu, Rumah Oksigen Disiapkan untuk Warga Kalsel
Kabut asap karhutla mengganggu warga Kalimantan Selatan. Dinkes Kalsel menyiapkan rumah oksigen di Banjarbaru bagi warga yang membutuhkan bantuan oksigen.
Faktakalbar.id - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di Kalimantan Selatan. Untuk membantu masyarakat yang terdampak, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan menyediakan rumah oksigen di kawasan Simpang Bundaran Bandara Lama, Banjarbaru. Fasilitas tersebut menyediakan oksigen konsentrat yang dapat digunakan warga ketika mengalami kondisi darurat akibat paparan asap.
Kepala Dinkes Kalsel Diauddin mengatakan lokasi tersebut dipilih karena menjadi salah satu jalur yang cukup banyak dilalui masyarakat. Kondisi kabut asap juga cenderung lebih pekat pada pagi hari.
Rumah oksigen tersebut disiapkan sebagai layanan pendukung, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan oksigen ketika melintas di kawasan terdampak asap.
Rumah Oksigen Masih Dipantau
Dinkes Kalsel masih memantau tingkat kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas tersebut. Jika pemanfaatannya meningkat dan kebutuhan layanan semakin besar, pemerintah daerah akan mempertimbangkan penambahan lokasi rumah oksigen.
Namun, penambahan fasilitas juga harus mempertimbangkan ketersediaan tenaga kesehatan yang bertugas. Pengoperasian rumah oksigen membutuhkan petugas agar warga yang membutuhkan layanan dapat memperoleh penanganan dengan baik.
Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Di tengah kondisi kabut asap, masyarakat juga diimbau tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.
Dinkes Kalsel meminta warga memperhatikan kondisi kualitas udara sebelum beraktivitas di luar rumah. Jika udara sedang buruk dan kabut asap meningkat, aktivitas di luar ruangan sebaiknya ditunda.
Kabut asap juga dapat mengganggu kesehatan, khususnya sistem pernapasan. Karena itu, masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan masker yang sesuai dan mengurangi paparan asap sebanyak mungkin.
Kabut Asap Kembali Mengganggu Banjarbaru
Kondisi kabut asap di Banjarbaru masih menjadi perhatian. Laporan pada Jumat pagi menunjukkan warga kembali mengeluhkan pekatnya asap dan terbatasnya jarak pandang akibat karhutla.
Kondisi tersebut tidak hanya berpotensi mengganggu kesehatan, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas masyarakat dan keselamatan pengguna jalan.
Dengan adanya rumah oksigen, pemerintah berharap masyarakat yang membutuhkan bantuan pernapasan dalam kondisi darurat dapat memperoleh pertolongan lebih cepat tanpa harus langsung menuju fasilitas kesehatan yang lebih jauh.
Pentingnya Melindungi Diri dari Kabut Asap
Masyarakat di wilayah terdampak karhutla sebaiknya tidak mengabaikan kondisi udara. Ketika asap semakin pekat, mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, serta menjaga sirkulasi udara di dalam rumah menjadi langkah penting untuk mengurangi paparan.
Bagi masyarakat yang mengalami sesak napas, batuk berat, nyeri dada, atau keluhan kesehatan yang semakin memburuk, sebaiknya segera mencari pertolongan medis.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.