Jejak Letjen Kristomei, Kepala BNPB Termuda yang Bukan Orang Baru Urus Bencana
Letjen TNI Kristomei Sianturi resmi memimpin BNPB setelah dilantik Presiden Prabowo. Ia pernah terlibat dalam penanganan COVID-19 pada 2020 dan memiliki pengalaman di sejumlah jabatan strategis TNI.
Faktakalbar.id - Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi resmi menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (15/10/2026). Meski baru kembali memimpin lembaga penanggulangan bencana tersebut, Kristomei bukan sosok asing di lingkungan BNPB.
Pengalamannya menangani persoalan kebencanaan sudah dimulai ketika pandemi COVID-19 melanda Indonesia pada 2020. Kala itu, Kristomei yang masih berpangkat kolonel diperbantukan di pusat media BNPB untuk mendampingi Kepala BNPB saat itu, Letjen TNI (Purn) Doni Monardo.
Pengalaman tersebut kembali disinggung Kristomei dalam acara serah terima jabatan Kepala BNPB di Indonesia Disaster Relief Training Ground (InaDRTG), Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (16/10/2026).
Ia mengenang masa ketika harus terlibat langsung dalam aktivitas di lingkungan BNPB, termasuk mendampingi pimpinan lembaga dalam penyampaian informasi kepada masyarakat selama pandemi.
Menurut Kristomei, pengalaman tersebut membuatnya tidak benar-benar memulai dari nol saat kembali bertugas di BNPB. Meski penugasannya kala itu berlangsung singkat, ia mengaku telah mengenal sebagian dinamika kerja lembaga penanggulangan bencana tersebut.
Karier militer Kristomei Sianturi
Kristomei lahir di Kotabumi, Lampung Utara, pada 6 Mei 1976. Ia merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara pada 1994 dan Akademi Militer pada 1997 dari kecabangan Infanteri.
Sepanjang karier militernya, Kristomei menduduki sejumlah posisi strategis, baik di bidang operasi, komunikasi publik, pendidikan militer, maupun komando kewilayahan.
Ia pernah menjabat Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 305/Tengkorak pada 2013–2014. Setelah itu, ia mengemban sejumlah tugas, termasuk sebagai Asisten Operasi Kasdam I/Bukit Barisan pada 2020–2022.
Pengalamannya di bidang komunikasi militer juga cukup panjang. Kristomei pernah menjabat Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat pada 2023–2024, sebelum dipercaya menjadi Wakil Gubernur Akademi Militer dan Kepala Pusat Penerangan TNI pada 2025.
Sebelum ditunjuk memimpin BNPB, ia menjabat Panglima Komando Daerah Militer XXI/Radin Inten, yang wilayah komandonya mencakup Lampung dan Bengkulu.
Dalam bidang pendidikan, Kristomei menempuh pendidikan lanjutan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI), serta meraih gelar magister Manajemen Pertahanan dari Universitas Pertahanan pada 2012.
Menghadapi tantangan kebencanaan nasional
Kristomei dilantik menggantikan Letjen TNI Suharyanto melalui Keputusan Presiden Nomor 113/P Tahun 2026. Pergantian kepemimpinan ini berlangsung ketika Indonesia menghadapi tantangan penanganan bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan kabut asap di sejumlah wilayah.
Setelah dilantik, Kristomei menyatakan mendapat tugas untuk segera bekerja, terutama dalam menangani kondisi darurat bencana yang tengah terjadi.
Ia juga menyatakan akan mengevaluasi kebutuhan aset dan kemungkinan percepatan bantuan dari luar negeri untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Tantangan lain yang dihadapi adalah memperkuat koordinasi lintas instansi, memastikan respons darurat berjalan efektif, serta meningkatkan kesiapan menghadapi bencana di berbagai daerah.
Pengalaman Kristomei di bidang komunikasi publik dan penugasan militer menjadi bagian dari rekam jejaknya sebelum memimpin BNPB. Namun, pelaksanaan tugasnya sebagai kepala lembaga akan dinilai melalui langkah dan hasil penanganan bencana selama masa kepemimpinannya.
Dengan pengalaman sebelumnya di lingkungan BNPB serta sejumlah jabatan strategis di TNI, Kristomei kini memegang tanggung jawab untuk mengoordinasikan penanggulangan bencana di Indonesia, mulai dari tahap kesiapsiagaan dan tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.