faktakalbar

Jarang Makan Gorengan tapi Kolesterol Tetap Tinggi? Ini Penjelasan Para Ahli

Kolesterol tinggi tidak selalu disebabkan oleh konsumsi gorengan. Faktor genetik, pola makan, hingga gaya hidup juga berperan dalam meningkatkan kadar kolesterol.

Penulis: Clara Thursday, 23 July 2026 📖 1 menit
Jarang Makan Gorengan tapi Kolesterol Tetap Tinggi? Ini Penjelasan Para Ahli
Ilustrasi pemeriksaan kadar kolesterol. Meski jarang mengonsumsi gorengan, kadar kolesterol seseorang tetap dapat meningkat akibat faktor genetik, pola makan, kurang aktivitas fisik, dan gaya hidup yang kurang sehat. (dok.ist)

Faktakalbar.id — Banyak orang mengira kolesterol tinggi hanya disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi gorengan. Padahal, seseorang tetap bisa mengalami peningkatan kadar kolesterol meski jarang makan makanan yang digoreng.

Menurut para ahli kesehatan, kadar kolesterol dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari pola makan, gaya hidup, usia, hingga kondisi genetik. Karena itu, menjaga kesehatan jantung tidak cukup hanya dengan mengurangi gorengan.


Faktor Genetik Berpengaruh Besar

Salah satu penyebab kolesterol tinggi adalah faktor keturunan. Pada beberapa orang, tubuh memproduksi kolesterol lebih banyak dibandingkan orang lain meski pola makannya tergolong sehat.

Kondisi ini dikenal sebagai hiperkolesterolemia familial dan memerlukan penanganan medis agar risiko penyakit jantung dapat dikendalikan.


Makanan Manis dan Karbohidrat Berlebih

Tidak hanya makanan berlemak, konsumsi gula dan karbohidrat olahan secara berlebihan juga dapat memengaruhi kadar kolesterol.

Asupan gula yang tinggi dapat meningkatkan kadar trigliserida serta menurunkan kolesterol baik (HDL), sehingga keseimbangan lemak dalam darah menjadi terganggu.


Kurang Aktivitas Fisik

Jarang berolahraga juga menjadi salah satu penyebab kolesterol sulit terkontrol. Aktivitas fisik membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) sekaligus menjaga kesehatan pembuluh darah.

Sebaliknya, gaya hidup yang lebih banyak duduk dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme dan penyakit jantung.


Berat Badan Berlebih dan Kebiasaan Merokok

Kelebihan berat badan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida. Selain itu, kebiasaan merokok juga diketahui dapat menurunkan kadar HDL yang berfungsi membantu membersihkan kolesterol dari pembuluh darah.

Mengelola berat badan ideal dan berhenti merokok merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung.


Rutin Periksa Kolesterol

Kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga banyak orang tidak menyadarinya. Oleh karena itu, pemeriksaan kolesterol secara berkala sangat dianjurkan, terutama bagi orang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung atau kolesterol tinggi.

Selain menjaga pola makan, para ahli menyarankan untuk rutin berolahraga, memperbanyak konsumsi sayur, buah, biji-bijian utuh, serta membatasi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK