faktakalbar

Integrasikan Program SimPel dan Bank Sampah Mini, Pemkot Pontianak Bidik Akses Keuangan Puluhan Ribu Pelajar

Faktakalbar.id - Pemerintah Kota Pontianak mengintegrasikan program Simpanan Pelajar dengan keberadaan bank sampah mini di sekolah untuk mendorong pembentukan karakter serta kesadaran finansial siswa sejak dini pada Senin, 2 November 2026.

Penulis: Natash Tuesday, 03 November 2026 📖 1 menit
Integrasikan Program SimPel dan Bank Sampah Mini, Pemkot Pontianak Bidik Akses Keuangan Puluhan Ribu Pelajar

Faktakalbar.id - Pemerintah Kota Pontianak mengintegrasikan program Simpanan Pelajar dengan keberadaan bank sampah mini di sekolah untuk mendorong pembentukan karakter serta kesadaran finansial siswa sejak dini pada Senin, 2 November 2026.

Integrasi program ini dilakukan dengan mendorong para siswa membawa sampah terpilah dari rumah untuk ditimbang dan hasilnya dikonversi menjadi saldo tabungan.

Hingga saat ini, sebanyak 49.351 rekening tabungan pelajar tercatat telah aktif di Kota Pontianak melalui program SimPel tersebut.

Guna memperluas jangkauan program, kegiatan sosialisasi kembali digelar secara masif di SMP Negeri 22 dan SD Negeri 15 Pontianak Selatan dengan melibatkan Bank Kalbar.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menekankan pentingnya pembentukan kebiasaan menabung sebagai fondasi pendidikan karakter anak sejak usia sekolah.

"Kita juga mengajak sekolah dan para guru untuk meningkatkan akses keuangan bagi pelajar," ujarnya usai Sosialisasi Simpanan Pelajar dan Bank Sampah Mini di SDN 15 Pontianak Selatan.

Menurut Edi, pembiasaan menabung sejak dini mendidik anak untuk lebih disiplin, bertanggung jawab, serta cermat dalam menentukan prioritas penggunaan uang.

Pemerintah daerah menargetkan perluasan cakupan program tabungan ini hingga menjangkau seluruh instansi pendidikan, termasuk sekolah swasta, madrasah, dan pesantren.

"Jumlahnya akan terus kita tingkatkan. Kalau bisa semuanya ikut, tidak hanya sekolah negeri, tetapi juga swasta, madrasah, dan pondok-pondok pesantren," katanya.

"Kita juga menggalakkan bank sampah mini di sekolah-sekolah. Anak-anak bisa membawa sampah dari rumah, kemudian ditimbang, dinilai, dan hasilnya dimasukkan ke dalam tabungan," jelas Edi.

Ia mengingatkan bahwa kunci utama dari edukasi keuangan ini terletak pada konsistensi anak dalam menyisihkan dana sesuai kebutuhan masa depan mereka.

"Disiplin menabung itu sangat penting. Anak-anak juga harus cerdas menggunakan uang untuk keperluan yang memang dibutuhkan dan untuk masa depan mereka," pesannya.

Inovasi penggabungan edukasi keuangan dan pengelolaan lingkungan ini menjadi bagian dari capaian Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Kota Pontianak yang meraih penghargaan TPAKD Terbaik Tingkat Kota Wilayah Kalimantan pada 2026.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK