Indonesia-Taiwan Bahas Pertanian Cerdas untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Indonesia dan Taiwan membuka peluang kerja sama pertanian cerdas melalui kawasan percontohan untuk memperkuat ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong ekspor.
Faktakalbar.id – Indonesia dan Taiwan membuka peluang kerja sama di bidang pertanian cerdas (smart agriculture) untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan potensi ekspor produk pangan olahan Indonesia.
Peluang tersebut disampaikan Kepala Departemen Luar Negeri Taiwan Lin Chia-Lung dalam pertemuan dengan delegasi media di Taipei, Kamis (20/8/2026). Ia menilai teknologi pertanian cerdas Taiwan dapat diterapkan untuk mendukung kebutuhan sektor pertanian Indonesia.
Taiwan Tawarkan Kawasan Percontohan
Lin berharap Indonesia dapat menyediakan wilayah yang nantinya dijadikan kawasan percontohan pertanian cerdas.
Melalui proyek percontohan tersebut, Taiwan dapat memberikan solusi teknologi secara terpadu dan menyesuaikannya dengan kondisi serta kebutuhan pertanian Indonesia.
Menurut Lin, kerja sama ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pangan, tetapi juga dapat dikembangkan untuk menciptakan lapangan kerja dan membangun industri baru.
Dorong Ekspor Pangan Olahan
Pengembangan pertanian cerdas juga dinilai memiliki peluang untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian Indonesia.
Teknologi dapat digunakan untuk membantu menghasilkan produk dengan kualitas dan konsistensi yang lebih baik sehingga memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke pasar ekspor.
Taiwan melihat kerja sama tersebut sebagai salah satu cara untuk membantu Indonesia memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekspor pangan olahan.
Teknologi Pertanian Jadi Fokus
Pertanian cerdas memanfaatkan teknologi dan data untuk meningkatkan efisiensi proses budidaya. Penerapannya dapat membantu petani mengelola kebutuhan tanaman secara lebih presisi, termasuk penggunaan air dan nutrisi.
Indonesia sendiri sebelumnya telah menjalin kerja sama pengembangan teknologi pertanian dengan mitra internasional. Salah satunya melalui kolaborasi BRIN dengan Korea Institute of Science and Technology (KIST) untuk mengembangkan teknologi yang dapat mengukur kebutuhan nutrisi tanaman secara lebih presisi.
Berpeluang Buka Lapangan Kerja
Selain meningkatkan produktivitas pertanian, Taiwan menilai pengembangan ekosistem pertanian cerdas dapat menciptakan peluang ekonomi baru.
Lin menyebut kerja sama tersebut berpotensi membantu Indonesia meningkatkan lapangan kerja, ekspor, serta pembentukan industri yang berkaitan dengan teknologi pertanian.
Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk menggabungkan potensi sumber daya pertanian Indonesia dengan teknologi yang dimiliki Taiwan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.