faktakalbar

Imbas Puluhan Siswa Keracunan MBG, BGN Tak Kasih Ampun 172 SPPG di Pati

BGN dan Pemkab Pati akan mengevaluasi 172 SPPG setelah 269 orang mengalami gejala dugaan keracunan usai mengonsumsi menu MBG.

Penulis: Clara Friday, 11 September 2026 📖 2 menit
Imbas Puluhan Siswa Keracunan MBG, BGN Tak Kasih Ampun 172 SPPG di Pati
BGN dan Pemkab Pati akan mengevaluasi 172 SPPG setelah 269 orang mengalami gejala dugaan keracunan usai mengonsumsi menu MBG. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.

Langkah tersebut diambil setelah muncul dugaan keracunan massal yang dialami ratusan penerima manfaat MBG dari SPPG Gembong 1, Kabupaten Pati.

Dalam perkembangan terbaru, sebanyak 172 dapur SPPG di Kabupaten Pati akan diperiksa untuk memastikan kelayakan fasilitas serta kesesuaian kapasitas produksi dengan jumlah makanan yang disiapkan.

BGN dan Pemkab Pati Evaluasi 172 SPPG

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan pemeriksaan terhadap seluruh SPPG akan dilakukan oleh tim lintas instansi. Pemeriksaan dijadwalkan mulai pekan depan dengan melibatkan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Kodim, Polresta, serta unsur Forkopimda.

Evaluasi akan melihat kondisi fasilitas dapur dan kemampuan masing-masing SPPG dalam memproduksi makanan untuk penerima manfaat.

Pemkab Pati juga menyoroti kemungkinan adanya dapur berukuran kecil yang melayani jumlah porsi terlalu banyak. Kondisi tersebut akan menjadi salah satu hal yang diperiksa dalam evaluasi.

SPPG Bermasalah Bisa Dikenai Sanksi

Wakil Kepala BGN Trenggono sebelumnya menegaskan bahwa SPPG yang terbukti tidak memenuhi standar dapat dikenai tindakan tegas.

Evaluasi dilakukan untuk memastikan program MBG berjalan sesuai standar keamanan pangan dan kapasitas dapur. Hasil pemeriksaan Pemkab Pati nantinya akan disampaikan kepada BGN untuk menjadi bahan pengambilan keputusan.

Sementara itu, SPPG Gembong 1 yang diduga menjadi sumber makanan dalam kasus tersebut telah menjadi perhatian khusus dalam proses pemeriksaan.

Ratusan Warga Alami Gejala

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Pati hingga Kamis (10/9/2026) pukul 13.00 WIB, sebanyak 269 orang dilaporkan mengalami gejala setelah mengonsumsi menu MBG dari SPPG Gembong 1.

Sebagian korban masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara lainnya mendapatkan layanan rawat jalan. Pemerintah daerah dan BGN memastikan biaya pengobatan para korban ditanggung bersama.

Pemkab Pati juga telah menetapkan kejadian tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk mempercepat penanganan kesehatan para korban.

Penyebab Masih Menunggu Hasil Laboratorium

Terkait penyebab pasti dugaan keracunan, pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para penerima manfaat.

Plt Bupati Pati meminta masyarakat menunggu hasil pengujian sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab kejadian tersebut.

Evaluasi terhadap 172 SPPG di Pati diharapkan dapat memastikan seluruh dapur penyedia MBG memenuhi standar fasilitas, keamanan makanan, serta kapasitas produksi sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK