faktakalbar

Hilirisasi Koperasi Dinilai Bisa Jadi Penggerak Ekonomi dari Desa

KSP menilai hilirisasi berbasis koperasi dapat memperkuat ekonomi kerakyatan dari desa. Model ini dinilai mampu meningkatkan nilai tambah komoditas dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Penulis: Clara Friday, 14 August 2026 📖 2 menit
Hilirisasi Koperasi Dinilai Bisa Jadi Penggerak Ekonomi dari Desa
KSP menilai hilirisasi berbasis koperasi dapat memperkuat ekonomi kerakyatan dari desa. Model ini dinilai mampu meningkatkan nilai tambah komoditas dan manfaat ekonomi bagi masyarakat. (dok/Kantor Staf Presiden)

Faktakalbar.id - Hilirisasi berbasis koperasi dinilai dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi kerakyatan yang dimulai dari tingkat desa. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengatakan model tersebut memungkinkan nilai tambah dari komoditas daerah lebih banyak dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Dudung saat meresmikan Pabrik Kelapa Sawit milik KUD Sejahtera di Desa Beruge, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (12/8/2026).

Hilirisasi Dimulai dari Desa

Dudung mengatakan selama ini sektor perkebunan kelapa sawit banyak dikelola oleh korporasi besar. Namun, perkembangan koperasi menunjukkan masyarakat daerah juga memiliki peluang untuk terlibat langsung dalam pengolahan komoditas hingga menghasilkan produk bernilai tambah.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi perlu dibangun dari daerah, terutama desa, sehingga perputaran ekonomi dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat setempat.

Melalui hilirisasi, hasil perkebunan tidak hanya dijual sebagai bahan mentah. Komoditas dapat diproses lebih lanjut sehingga menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar sebelum dipasarkan.

KUD Sejahtera Jadi Contoh

Pabrik kelapa sawit milik KUD Sejahtera menjadi salah satu contoh bagaimana koperasi dapat mengambil peran lebih besar dalam rantai industri.

Koperasi tersebut tidak hanya menjalankan kegiatan usaha dasar, tetapi telah masuk ke sektor pengolahan kelapa sawit melalui pembangunan fasilitas produksi sendiri.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa koperasi memiliki peluang untuk berkembang dari sekadar lembaga ekonomi masyarakat menjadi pelaku industri yang mampu menciptakan nilai tambah.

Perkuat Ekonomi Kerakyatan

KSP menilai penguatan koperasi sejalan dengan upaya pemerintah membangun perekonomian yang lebih merata. Ketika koperasi mampu mengelola komoditas lokal hingga tahap pengolahan, manfaat ekonomi diharapkan tidak hanya terkonsentrasi pada pelaku usaha besar.

Model tersebut juga dapat membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru di daerah.

Dengan demikian, hilirisasi koperasi berpotensi menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat karena kegiatan produksi, pengolahan, hingga distribusi dapat melibatkan masyarakat setempat.

Koperasi Didorong Naik Kelas

Pengembangan KUD Sejahtera juga menunjukkan adanya perubahan peran koperasi dalam perekonomian desa. Koperasi tidak lagi hanya identik dengan kegiatan simpan pinjam atau perdagangan dalam skala terbatas.

Koperasi dapat mengambil peran dalam pengelolaan komoditas unggulan daerah dan masuk ke sektor industri yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Pemerintah berharap model seperti ini dapat terus berkembang di berbagai daerah sesuai dengan potensi komoditas masing-masing.

Dorong Pemerataan Pembangunan

Hilirisasi berbasis koperasi pada akhirnya diharapkan mampu memperkuat perekonomian dari tingkat paling bawah. Dengan mengoptimalkan potensi lokal, desa memiliki kesempatan untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Konsep tersebut juga sejalan dengan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Melalui penguatan kelembagaan, investasi, teknologi, dan kemampuan pengelolaan usaha, koperasi diharapkan dapat menjadi salah satu motor ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK