faktakalbar

Hasil Laboratorium Nyatakan Pasien di Sintang Negatif Cacar Monyet

Penulis: Redaksi Wednesday, 11 December 2024 📖 1 menit
Hasil Laboratorium Nyatakan Pasien di Sintang Negatif Cacar Monyet

SINTANG- Hasil uji laboratorium terhadap pasien berinisial B di RSUD Ade M Djoen Sintang yang sebelumnya dicurigai terinfeksi cacar monyet akhirnya dipastikan negatif.

Pemeriksaan yang dilakukan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat menunjukkan bahwa pasien tidak terinfeksi Monkeypox (cacar monyet).

"Hasilnya sudah keluar dan dinyatakan negatif Monkeypox," kata Darmadi, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, kepada media pada Senin, (9/12).

Laporan laboratorium yang diterima pada 6 Desember 2024 ini mendukung diagnosa awal tim medis bahwa pasien B tidak mengidap cacar monyet, melainkan penyakit lain.

Dokter Spesialis Kulit RSUD Ade M Djoen, Dina Theresa Damayanti Hutabarat, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, anamnesis, dan patologi anatomi, pasien lebih mungkin mengalami Moluskum Kontagiosum atau infeksi jamur kulit.

"Sejak awal, tidak ada indikasi kuat menuju cacar monyet. Pemeriksaan kami menunjukkan ini lebih ke arah Moluskum Kontagiosum," jelas Dina.

Selain itu, penelusuran riwayat kontak pasien tidak menunjukkan adanya paparan terhadap hewan primata, konsumsi daging tertentu, atau perjalanan ke wilayah endemik cacar monyet seperti Amerika Latin.

"Biasanya, cacar monyet muncul pada pasien yang memiliki riwayat kontak langsung dengan hewan pembawa penyakit, seperti tercakar atau terpapar darah. Pasien ini tidak memiliki riwayat tersebut," tambahnya.

Pasien B dilaporkan datang ke rumah sakit dengan keluhan bintil yang hampir memenuhi seluruh tubuhnya. Meski gejala ini sekilas menyerupai cacar monyet, pemeriksaan lebih lanjut memastikan bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh penyakit kulit yang tidak berbahaya. "Secara keilmuan, ini bukan cacar monyet," tegas Dina.

Pihak rumah sakit berharap hasil laboratorium ini bisa mengurangi kekhawatiran masyarakat dan menegaskan bahwa pasien B tidak mengidap penyakit yang menjadi perhatian global saat ini.(amb)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK