faktakalbar

Harga Ekspor Emas Naik, Permintaan Global Jadi Salah Satu Pemicunya

Harga patokan ekspor emas periode 15–31 Agustus 2026 naik 0,65 persen. Kemendag menyebut peningkatan permintaan global menjadi salah satu pendorongnya.

Penulis: Clara Tuesday, 18 August 2026 📖 2 menit
Harga Ekspor Emas Naik, Permintaan Global Jadi Salah Satu Pemicunya
Harga patokan ekspor emas periode 15–31 Agustus 2026 naik 0,65 persen. Kemendag menyebut peningkatan permintaan global menjadi salah satu pendorongnya. (dok.ist)

Faktakalbar.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan kenaikan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) emas untuk periode 15–31 Agustus 2026. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan emas di pasar global.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana menjelaskan, peningkatan permintaan emas tidak terlepas dari tren penurunan suku bunga acuan global. Kondisi tersebut membuat imbal hasil sejumlah instrumen investasi, seperti deposito, menjadi kurang menarik bagi sebagian investor.

Investor kemudian mengalihkan sebagian likuiditasnya ke emas sebagai salah satu aset untuk melindungi nilai kekayaan. Peralihan tersebut turut mendorong peningkatan permintaan logam mulia di pasar internasional.

HPE Emas Naik 0,65 Persen

Untuk periode kedua Agustus 2026, HPE emas ditetapkan sebesar 131.777,67 dolar AS per kilogram.

Angka tersebut meningkat sekitar 0,65 persen dibandingkan periode 1–14 Agustus 2026 yang berada di level 130.921,50 dolar AS per kilogram.

Sementara itu, Harga Referensi (HR) emas naik menjadi 4.098,75 dolar AS per troy ounce, dari sebelumnya 4.072,12 dolar AS per troy ounce.

Ketentuan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1716 Tahun 2026 dan berlaku untuk periode 15–31 Agustus 2026.

Suku Bunga Global Jadi Salah Satu Pemicu

Kemendag menyebut penurunan suku bunga global menjadi salah satu faktor yang mendorong investor mengalihkan dana ke emas.

Ketika suku bunga dan imbal hasil instrumen tertentu menurun, emas dapat menjadi alternatif bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi sekaligus menjaga nilai aset.

Selain faktor permintaan, kondisi pasokan emas yang relatif terbatas juga ikut memberikan tekanan terhadap harga emas di pasar internasional.

Harga Emas Antam Ikut Naik

Pergerakan harga emas global juga terjadi bersamaan dengan kenaikan harga emas batangan Antam pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Harga emas Antam tercatat naik Rp18.000 menjadi Rp2.695.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.677.000 per gram. Harga buyback juga naik menjadi Rp2.555.000 per gram.

Meski demikian, harga emas Antam dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar.

Berlaku hingga Akhir Agustus

Kenaikan HPE dan HR emas yang ditetapkan pemerintah berlaku selama 15–31 Agustus 2026. Penetapan harga tersebut menjadi salah satu acuan pemerintah dalam pengenaan bea keluar terhadap produk pertambangan yang termasuk dalam ketentuan ekspor.

Perkembangan harga emas selanjutnya akan dipengaruhi oleh kondisi pasar global, kebijakan suku bunga, nilai tukar, permintaan investor, serta dinamika pasokan logam mulia.

Dengan meningkatnya permintaan global dan harga emas yang menguat, komoditas logam mulia kembali menjadi perhatian investor maupun pelaku perdagangan internasional.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK