faktakalbar

Gerindra Kritik Penilaian Celios terhadap Kinerja Dua Tahun Prabowo-Gibran

Gerindra mengkritik laporan evaluasi Celios terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dan mempertanyakan objektivitas serta metode penilaiannya.

Penulis: Clara Tuesday, 13 October 2026 📖 1 menit
Gerindra Kritik Penilaian Celios terhadap Kinerja Dua Tahun Prabowo-Gibran
uru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menanggapi laporan evaluasi Celios terhadap kinerja dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran (dok/Gerindra)

Faktakalbar.id - Partai Gerindra mengkritik laporan evaluasi kinerja dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dirilis Center of Economic and Law Studies (Celios). Gerindra menilai laporan tersebut belum mencerminkan penilaian yang objektif terhadap kinerja pemerintah.

Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menyebut laporan tersebut memuat sejumlah tuduhan yang menurutnya tidak disertai bukti memadai. Ia juga mempertanyakan metode penilaian yang digunakan Celios dalam menyusun rapor pemerintahan Prabowo-Gibran.

Sugiat menyoroti hasil survei Celios yang menyebut 75 persen responden mengalami stres akibat kebijakan pemerintah. Menurutnya, angka tersebut berlebihan dan cenderung mendramatisasi proses penyesuaian kebijakan ekonomi yang sedang berlangsung.

Ia menjelaskan, penyesuaian kebijakan fiskal dan ekonomi yang dilakukan pemerintah bertujuan menjaga fondasi keuangan negara dalam jangka panjang. Karena itu, menurut Sugiat, evaluasi terhadap pemerintah perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi secara menyeluruh, termasuk pertumbuhan ekonomi dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain persoalan ekonomi, Sugiat turut membantah penilaian Celios mengenai pembatasan kebebasan sipil. Ia berpendapat ruang demokrasi tetap terbuka karena masyarakat dan lembaga independen masih dapat menyampaikan kritik terhadap pemerintah, termasuk melalui publikasi hasil kajian.

Sugiat juga menegaskan bahwa pergantian maupun evaluasi menteri merupakan kewenangan Presiden. Menurutnya, penataan kabinet dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan dan mempercepat pencapaian target pembangunan nasional.

Sebelumnya, Celios bersama kelompok Kabinet Bayangan merilis laporan evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran pada Minggu (11/10/2026). Laporan tersebut memuat penilaian masyarakat dan kalangan ahli terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.

Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, menyampaikan bahwa 75 persen dari 1.122 responden mengaku mengalami stres akibat kebijakan pemerintah. Keluhan yang banyak disampaikan mencakup kenaikan harga kebutuhan pokok, kesulitan memperoleh pekerjaan, serta persoalan penegakan hukum.

Hasil survei tersebut menjadi bagian dari evaluasi Celios terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Sementara itu, Gerindra menyatakan keberatan terhadap sejumlah kesimpulan dan metode penilaian yang digunakan dalam laporan tersebut.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK