faktakalbar

Gempa Palue, Empat Gardu Listrik Mulai Kembali Menyala

Faktakalbar.id - Pemulihan layanan dasar di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, terus dilakukan setelah gempa magnitudo 7,7 berdampak pada jaringan listrik dan pelayanan masyarakat.

Penulis: Natash Tuesday, 18 August 2026 📖 2 menit
Gempa Palue, Empat Gardu Listrik Mulai Kembali Menyala
Bantuan logistik peralatan BNPB telah tiba di Pulau Palue untuk selanjutnya didata di Kantor Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Senin (17/8). (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Pemulihan layanan dasar di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, terus dilakukan setelah gempa magnitudo 7,7 berdampak pada jaringan listrik dan pelayanan masyarakat.

Berdasarkan data PLN UP3 Flores Bagian Timur per Senin (17/8/2026) pukul 17.00 WITA, empat dari enam gardu distribusi yang terdampak gempa telah kembali menyala.

Sementara itu, dua gardu lainnya masih dalam kondisi padam dan masih dalam proses penanganan.

Perbaikan jaringan listrik dilakukan bersamaan dengan distribusi bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak.

Bantuan logistik dikirim ke Pulau Palue melalui jalur laut dan udara untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan warga di wilayah kepulauan tersebut.

Pada Senin sore, KMP Ile Ape tiba di Pulau Palue sekitar pukul 17.20 WITA dengan membawa berbagai kebutuhan darurat.

Logistik yang dibawa antara lain 150 tenda keluarga, 400 matras, enam genset, enam jerigen BBM, 10 boks peralatan listrik, serta ratusan paket kebutuhan dasar.

Bantuan juga mencakup 600 paket sembako, 100 dus air minum, 1,6 ton beras, 300 selimut, 100 paket hygiene kits, 100 paket kidsware, dan 150 liter minyak goreng.

Kehadiran genset dan peralatan listrik menjadi bagian dari dukungan terhadap kebutuhan masyarakat selama sebagian jaringan listrik masih belum pulih.

Selain persoalan kelistrikan, pelayanan kesehatan juga menjadi perhatian setelah gempa melanda wilayah tersebut.

Obat-obatan dikirim bersama bantuan logistik, sedangkan delapan tenaga medis dari Pusat Krisis Kementerian Kesehatan diterjunkan untuk membantu pelayanan kesehatan masyarakat.

Bantuan tersebut diterima Sekretaris Camat Palue Maria Bernadeta Roja setelah kapal tiba dan selanjutnya dipersiapkan untuk didistribusikan kepada warga.

Proses distribusi menghadapi kendala karena sejumlah ruas jalan masih rusak akibat gempa.

Kondisi tersebut membuat tim harus menyesuaikan jalur pengiriman agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Pengiriman bantuan tahap pertama sebelumnya dilakukan pada Minggu (16/8/2026) menggunakan speedboat milik Polair.

Distribusi lanjutan menggunakan KMP Ile Ape dilakukan untuk mengangkut bantuan dalam jumlah lebih besar.

Dukungan melalui jalur udara juga menjadi bagian dari upaya mempercepat mobilisasi personel dan kebutuhan penanganan di wilayah terdampak.

Pemulihan listrik dan distribusi logistik dilakukan secara bersamaan agar kebutuhan dasar masyarakat dapat tetap terpenuhi selama masa penanganan darurat.

Perbaikan dua gardu yang masih padam terus dilakukan untuk memulihkan layanan kelistrikan di Pulau Palue.

Di sisi lain, kondisi lapangan masih dipantau untuk mengetahui kebutuhan tambahan masyarakat serta perkembangan kerusakan fasilitas yang terdampak gempa.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK