faktakalbar

Gempa M7,7 Hantam NTT, Nelayan Nagekeo Kini Kehilangan Mata Pencaharian

Gempa M7,7 NTT membuat nelayan di Nagekeo kehilangan mata pencaharian. Perahu dan alat tangkap rusak, sementara warga masih trauma untuk kembali melaut.

Penulis: Clara Monday, 24 August 2026 📖 2 menit
Gempa M7,7 Hantam NTT, Nelayan Nagekeo Kini Kehilangan Mata Pencaharian
Gempa M7,7 NTT membuat nelayan di Nagekeo kehilangan mata pencaharian. Perahu dan alat tangkap rusak, sementara warga masih trauma untuk kembali melaut. (dok.ist)

Faktakalbar.id -  Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) tidak hanya merusak rumah dan fasilitas umum, tetapi juga memukul perekonomian warga pesisir.

Sejumlah nelayan di Desa Nggolonio, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, kini kehilangan mata pencaharian karena tidak dapat kembali melaut. Perahu dan alat tangkap yang selama ini menjadi sumber penghasilan mereka rusak akibat kejadian tersebut.

Salah seorang nelayan, Marsianus Mana, mengatakan dirinya bersama sejumlah nelayan lainnya belum dapat melaut sejak gempa terjadi. Kondisi tersebut membuat mereka kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami tidak ada uang karena tidak bisa melaut sejak tanggal 15 itu,” ujar Marsianus.

Selain kehilangan sumber penghasilan, para nelayan juga masih diliputi rasa trauma. Mereka khawatir gempa susulan kembali terjadi ketika berada di laut.

Perahu dan Alat Tangkap Rusak

Saat gempa terjadi, Marsianus dan Wilhelmus Tupa sebenarnya telah bersiap untuk melaut seperti biasa. Berbagai perlengkapan, mulai dari perahu, pukat, senter hingga peralatan menangkap ikan, telah disiapkan.

Namun, situasi berubah ketika gempa mengguncang wilayah tersebut. Warga langsung berusaha menyelamatkan diri menuju tempat yang lebih tinggi.

Gelombang yang terjadi setelah gempa turut menghantam sejumlah perahu dan pukat milik nelayan. Akibatnya, peralatan yang menjadi modal utama untuk mencari nafkah mengalami kerusakan.

Kini para nelayan terpaksa bertahan di tengah kondisi pengungsian sambil menunggu situasi kembali aman.

Berharap Bantuan Pemerintah

Marsianus mengatakan bantuan berupa sembako, air mineral, dan uang tunai telah diterima warga dari sejumlah pihak. Namun, menurutnya, stok bantuan tersebut hanya cukup untuk beberapa hari.

Ia berharap pemerintah memberikan perhatian khusus kepada para nelayan yang kehilangan perahu dan peralatan tangkap.

“Kami butuh semua, tapi tergantung dari pemerintah mau melihat kami karena dampak ini,” katanya.

Menurut Marsianus, bantuan untuk mengganti atau memperbaiki perahu serta alat tangkap sangat dibutuhkan agar para nelayan dapat kembali bekerja dan memperoleh penghasilan.

Dampak Gempa Belum Berakhir

Gempa yang mengguncang Nagekeo juga meninggalkan persoalan lain bagi masyarakat. Selain kerusakan bangunan, warga masih menghadapi keterbatasan kebutuhan dasar dan harus bertahan di lokasi pengungsian.

Pemerintah sebelumnya telah mengirimkan bantuan logistik ke wilayah terdampak gempa. Penanganan pascabencana juga terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Bagi warga pesisir seperti Marsianus dan Wilhelmus, pemulihan tidak hanya berarti memperbaiki rumah yang rusak. Mereka juga membutuhkan dukungan untuk mengembalikan sumber penghasilan yang hilang akibat bencana.

Dengan perahu dan alat tangkap yang kembali berfungsi, para nelayan berharap dapat kembali melaut dan perlahan memulihkan kehidupan ekonomi keluarga mereka.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK