faktakalbar

Enam Aktivis Dibebaskan, Greenpeace Tegaskan Perjuangan Belum Berakhir

Enam aktivis Greenpeace dibebaskan setelah aksi protes di Bundaran HI. Greenpeace menegaskan perjuangan menangani krisis iklim dan dampaknya terhadap biaya hidup berlanjut.

Penulis: Clara Wednesday, 21 October 2026 📖 3 menit
Enam Aktivis Dibebaskan, Greenpeace Tegaskan Perjuangan Belum Berakhir
Enam aktivis Greenpeace dibebaskan setelah aksi protes di Bundaran HI. Greenpeace menegaskan perjuangan menangani krisis iklim dan dampaknya terhadap biaya hidup berlanjut. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Enam aktivis Greenpeace Indonesia yang sempat diamankan setelah menggelar aksi protes di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, akhirnya dibebaskan pada Selasa (20/10/2026) malam. Meski telah dipulangkan, Greenpeace menegaskan perjuangan untuk mendorong penanganan krisis iklim di Indonesia belum berakhir.

Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, mengatakan pembebasan tersebut tidak menghentikan upaya organisasi dalam menyuarakan dampak krisis iklim terhadap kehidupan masyarakat.

“Pembebasan ini bukan akhir dari perjuangan kami. Aksi damai di Bundaran HI menjadi awal untuk menggaungkan kesadaran bahwa krisis iklim sudah sampai di meja makan kita, melalui kenaikan harga pangan dan hilangnya sumber penghidupan,” ujar Jeanny, dikutip dari Okezone.

Enam aktivis tersebut dipulangkan dari Polda Metro Jaya sekitar pukul 20.30 WIB. Pengacara publik LBH Jakarta, Daniel Winarta, menjelaskan bahwa keputusan pemulangan diambil setelah kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap peristiwa tersebut.

Menurut Daniel, pihak kepolisian menyatakan belum menemukan unsur tindak pidana sehingga keenam aktivis diperbolehkan pulang. Meski demikian, tim pendamping hukum menyatakan akan tetap memantau kemungkinan adanya proses hukum lanjutan.

Bentangkan Spanduk Kritik di Bundaran HI

Aksi tersebut berlangsung pada Selasa pagi, bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Enam aktivis Greenpeace membentangkan spanduk berukuran besar dari atas Monumen Selamat Datang di Bundaran HI. Berdasarkan laporan, aksi berlangsung sekitar pukul 06.05 hingga 06.15 WIB.

Dua spanduk yang dibentangkan memuat pesan kritik terhadap penanganan krisis iklim dan dampaknya terhadap masyarakat. Spanduk pertama bertuliskan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup”, sedangkan spanduk kedua bertuliskan “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?”.

Petugas kepolisian bersama unsur TNI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kemudian mengevakuasi para aktivis dari monumen tersebut. Salah seorang aktivis perempuan dilaporkan mengalami kondisi lemas saat turun dan dibawa untuk mendapatkan penanganan medis.

Setelah dievakuasi, para aktivis dibawa ke Polda Metro Jaya. Proses pengamanan dan pemeriksaan tersebut kemudian berakhir dengan pemulangan enam aktivis pada Selasa malam.

Greenpeace Soroti Dampak Krisis Iklim terhadap Biaya Hidup

Greenpeace menilai krisis iklim tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Organisasi lingkungan tersebut menyoroti berbagai risiko, mulai dari banjir, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, hingga cuaca ekstrem yang dapat mengganggu aktivitas ekonomi dan sumber penghidupan warga.

Menurut Greenpeace, kelompok pekerja dengan kondisi ekonomi rentan berisiko menghadapi tekanan lebih besar ketika cuaca ekstrem menghambat pekerjaan, mengurangi pendapatan, atau mengganggu distribusi pangan.

Dalam riset berjudul Besok Harga Naik! Gambaran Dampak Krisis Iklim dari Tempat Kerja, Meja Makan, dan Rumah, Greenpeace juga mengkaji dampak krisis iklim terhadap biaya pangan, produktivitas dan pendapatan pekerja, akses tempat tinggal, serta biaya transportasi.

Greenpeace mendesak pemerintah agar penanganan krisis iklim berjalan seiring dengan upaya melindungi penghidupan masyarakat. Organisasi tersebut juga meminta agar kebijakan pembangunan memperhatikan risiko bencana ekologis dan dampaknya terhadap kelompok rentan.

Pembebasan Tak Menghentikan Aksi Advokasi

Setelah keenam aktivis dibebaskan, Greenpeace menyampaikan terima kasih kepada masyarakat serta tim pendamping hukum yang memberikan dukungan selama proses pengamanan berlangsung.

Greenpeace juga mengajak masyarakat untuk terus mengawal persoalan krisis iklim dan memastikan aspirasi publik mendapat perhatian dalam perumusan kebijakan.

Bagi Greenpeace, aksi di Bundaran HI merupakan bentuk penyampaian kritik terhadap kebijakan pemerintah, khususnya terkait penanganan bencana ekologis dan tekanan biaya hidup.

Dengan dibebaskannya enam aktivis tersebut, proses pengamanan mereka di Polda Metro Jaya telah berakhir. Namun, Greenpeace menegaskan akan tetap melanjutkan advokasi mengenai keadilan iklim dan mendorong pemerintah mengambil langkah konkret untuk menghadapi dampak perubahan iklim di Indonesia.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK