faktakalbar

Ekspor Beras ke Malaysia Disebut Tanda Indonesia Makin Berdaulat di Sektor Pangan

Ekspor perdana 1.000 ton beras Indonesia ke Malaysia dinilai sebagai tanda kedaulatan pangan. Potensinya mencapai 200.000 ton senilai Rp3,4 triliun.

Penulis: Clara Tuesday, 01 September 2026 📖 2 menit
Ekspor Beras ke Malaysia Disebut Tanda Indonesia Makin Berdaulat di Sektor Pangan
Ekspor perdana 1.000 ton beras Indonesia ke Malaysia dinilai sebagai tanda kedaulatan pangan. Potensinya mencapai 200.000 ton senilai Rp3,4 triliun. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Ekspor perdana beras Indonesia ke Malaysia dinilai menjadi sinyal positif bagi penguatan sektor pangan nasional. Pemerintah menyebut peningkatan produksi dalam negeri mulai membuka ruang bagi Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar luar negeri.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan Indonesia telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Malaysia untuk ekspor 1.000 ton beras premium.

Kerja sama tersebut juga membuka potensi ekspor hingga 200.000 ton beras ke Malaysia dengan nilai mencapai sekitar Rp3,4 triliun.

Indonesia Mulai Mampu Ekspor Beras

Qodari menilai ekspor beras ke Malaysia menunjukkan adanya perkembangan positif dalam sektor pangan nasional.

Menurutnya, ketika produksi beras dalam negeri semakin kuat, Indonesia mulai memiliki ruang untuk memenuhi permintaan pasar internasional secara terukur tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat di dalam negeri.

Ia menyebut ekspor beras ke Malaysia yang bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi optimisme baru bagi kedaulatan pangan Indonesia.

“Ekspor beras ke Malaysia ... menjadi optimisme baru bahwa Indonesia semakin berdaulat dalam pangan,” kata Qodari.

Produksi Beras Indonesia Meningkat

Peluang ekspor tersebut didukung oleh peningkatan produksi beras nasional.

Proyeksi Food and Agriculture Organization (FAO) memperkirakan produksi beras Indonesia pada periode 2026/2027 mencapai sekitar 38,6 juta ton.

Angka tersebut meningkat sekitar 4,6 juta ton dibandingkan produksi 34 juta ton pada periode 2024/2025.

Sementara itu, konsumsi beras domestik diperkirakan berada di sekitar 31 juta ton pada 2026. Peningkatan produksi tersebut dinilai memberikan ruang bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengembangkan pasar ekspor.

Indonesia Jadi Produsen Beras Terbesar Keempat Dunia

Berdasarkan proyeksi FAO, Indonesia kini ditempatkan sebagai produsen beras terbesar keempat di dunia, setelah India, Tiongkok, dan Bangladesh.

Peningkatan produksi tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah dalam membuka peluang ekspor beras ke negara lain.

Meski demikian, pemerintah memastikan kegiatan ekspor tidak akan mengganggu kebutuhan beras masyarakat Indonesia.

Qodari menyampaikan pemerintah tetap mengutamakan kecukupan stok dan stabilitas pangan nasional.

Stok Beras Nasional Disebut Aman hingga Mei 2027

Pemerintah juga menyebut stok beras nasional saat ini berada di sekitar 5,2 juta ton.

Dengan jumlah tersebut, cadangan beras nasional diperkirakan masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Mei 2027.

Qodari menegaskan bahwa ekspor bukan menjadi tujuan akhir. Pemerintah tetap perlu memastikan produktivitas pertanian terus meningkat, harga dan pasokan beras tetap terjangkau, serta kesejahteraan petani ikut meningkat.

Menurutnya, keberhasilan sektor pangan tidak hanya diukur dari kemampuan melakukan ekspor, tetapi juga dari kemampuan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK