faktakalbar

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Program 3 Juta Rumah Baru Capai 324 Ribu Unit Hanya 10,8 Persen Jelas Jauh dari Sasaran

Faktakalbar.id - Realisasi fisik Program 3 Juta Rumah secara nasional tercatat 324.213 unit, sementara penyaluran rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2026 masih berada di bawah target tahunan.

Penulis: Natash Sunday, 18 October 2026 📖 1 menit
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Program 3 Juta Rumah Baru Capai 324 Ribu Unit Hanya 10,8 Persen Jelas Jauh dari Sasaran
Penyaluran rumah subsidi melalui skema FLPP pada 2026 tercatat 180.600 unit hingga 14 Oktober, dari target tahunan 350.000 unit. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Realisasi fisik Program 3 Juta Rumah secara nasional tercatat 324.213 unit, sementara penyaluran rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2026 masih berada di bawah target tahunan.

Berdasarkan data Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), capaian tersebut berasal dari sejumlah program perumahan yang telah berjalan, termasuk pembiayaan rumah subsidi dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Bakom RI menyampaikan angka realisasi 324.213 unit dalam keterangan tertulis pada Minggu (18/10/2026), dengan mencantumkan periode data hingga 13 Juni 2026.

"Pemerintah terus mempercepat Program 3 Juta Rumah melalui pembangunan hunian dan dukungan pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hingga 13 Juni 2026, realisasi Program 3 Juta Rumah secara nasional tercatat sebanyak 324.213 unit," jelas Bakom dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/10/2026).

Data tersebut perlu dibaca berdasarkan periode pencatatannya karena angka realisasi program disebut hingga Juni, sedangkan data penyaluran FLPP tersedia sampai pertengahan Oktober 2026.

Pada 2025, penyaluran FLPP dilaporkan mencapai 278.868 unit.

Sementara itu, hingga 14 Oktober 2026, penyaluran FLPP tercatat sebanyak 180.600 unit dari target 350.000 unit sepanjang tahun.

Dengan angka tersebut, penyaluran FLPP baru mencapai sekitar 51,6 persen dari target tahunan, sehingga masih terdapat 169.400 unit yang perlu disalurkan untuk memenuhi sasaran 2026.

Perbedaan periode data realisasi Program 3 Juta Rumah dan penyaluran FLPP membuat perkembangan keseluruhan program perlu dinilai dengan indikator yang jelas dan data yang diperbarui secara berkala.

Selain pembiayaan rumah subsidi baru, pemerintah juga memasukkan perbaikan rumah tidak layak huni melalui program BSPS dalam upaya memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Namun, capaian agregat program belum dengan sendirinya menjelaskan pemerataan penerima manfaat, lokasi pembangunan, maupun kesesuaian hasil pelaksanaan dengan kebutuhan masyarakat di setiap daerah.

Publikasi data yang memisahkan pembangunan rumah baru, pembiayaan rumah subsidi, dan perbaikan rumah diperlukan agar kemajuan program dapat dinilai secara lebih terukur.

Evaluasi tersebut juga penting untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan program mendekati sasaran besar penyediaan 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK