Demo di DPR Digelar Besok, Aliansi GERAM Siapkan 1.000 Massa dan 10 Tuntutan
Aliansi GERAM akan menggelar demo di depan DPR pada 27 Agustus 2026. Sekitar 1.000 massa disiapkan dengan membawa 10 tuntutan terkait politik, ekonomi, pendidikan hingga demokrasi.
Faktakalbar.id - Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 27 Agustus 2026. Aksi dijadwalkan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dan diperkirakan diikuti sekitar 1.000 mahasiswa serta masyarakat sipil.
Aksi tersebut mengusung tagar #MerebutKembaliIndonesia. GERAM menyebut demonstrasi ini sebagai bentuk pengawasan publik terhadap pelaksanaan fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran DPR RI.
Koordinator Aksi GERAM, Ahmad Mixel, juga meminta Ketua DPR dan para Wakil Ketua DPR hadir langsung untuk berdialog dengan massa. GERAM menyatakan akan melakukan konsolidasi aksi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar apabila permintaan dialog tersebut tidak dipenuhi.
Bawa 10 Tuntutan
Dalam aksi tersebut, GERAM membawa 10 tuntutan yang mencakup persoalan politik, ekonomi, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, demokrasi, hingga penanganan bencana.
Sepuluh tuntutan tersebut antara lain:
- Meminta pertanggungjawaban politik dan hukum terhadap Prabowo-Gibran.
- Menghentikan dan mengevaluasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Menghentikan kebijakan pajak yang dinilai membebani masyarakat dan mendorong sistem pajak progresif.
- Mewujudkan pendidikan dan kesehatan gratis, berkualitas, serta tidak dikomersialkan.
- Menurunkan harga kebutuhan pokok dan meningkatkan upah buruh.
- Menetapkan bencana di Sumatra dan NTT sebagai bencana nasional.
- Memberikan perlindungan hukum dan hak yang layak bagi pekerja rumah tangga.
- Mendorong demiliterisasi serta menghentikan pembangunan batalyon.
- Menghentikan kriminalisasi aktivis dan membebaskan tahanan politik.
- Menyita aset hasil korupsi dan mengalokasikannya untuk kepentingan publik.
Melibatkan 14 Organisasi
GERAM menyebut aksi tersebut melibatkan berbagai organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil. Di antaranya terdapat unsur UNUSIA, Universitas Terbuka, Universitas Trilogi, Serikat Mahasiswa Indonesia, serta sejumlah organisasi kepemudaan dan komunitas masyarakat sipil.
Aksi akan dipusatkan di kawasan Gedung DPR/MPR RI. Perkiraan jumlah peserta mencapai sekitar 1.000 orang.
GERAM menegaskan aksi tersebut dimaksudkan sebagai ruang untuk menyampaikan aspirasi sekaligus meminta pimpinan parlemen memberikan respons secara langsung.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.