faktakalbar

Danantara Siapkan Rp17,87 Triliun untuk Investasi Saham dan Obligasi

Danantara menyiapkan hingga Rp17,87 triliun untuk investasi saham dan obligasi sampai akhir 2026. Simak strategi investasi dan kaitannya dengan evaluasi MSCI.

Penulis: Clara Monday, 12 October 2026 📖 2 menit
Danantara Siapkan Rp17,87 Triliun untuk Investasi Saham dan Obligasi
Danantara menyiapkan hingga Rp17,87 triliun untuk investasi saham dan obligasi sampai akhir 2026. Simak strategi investasi dan kaitannya dengan evaluasi MSCI. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyiapkan dana hingga US$1 miliar atau sekitar Rp17,87 triliun untuk investasi saham dan obligasi hingga akhir 2026. Keputusan penempatan dana tersebut akan mempertimbangkan kondisi pasar serta valuasi aset yang dinilai menarik.

Rencana ini disampaikan di tengah perhatian investor terhadap prospek pasar modal Indonesia menjelang evaluasi penyedia indeks global MSCI pada November 2026. Evaluasi tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi memengaruhi klasifikasi pasar saham Indonesia.

Kepala Investasi Publik Danantara Investment Management, Rani Piputri, mengatakan Danantara telah menginvestasikan sekitar US$3 miliar pada saham dan obligasi, baik di pasar domestik maupun internasional, sejak akhir tahun lalu.

Dengan tambahan dana yang disiapkan, Danantara membuka peluang untuk meningkatkan investasinya apabila kondisi pasar memberikan kesempatan yang sesuai dengan pertimbangan investasi lembaga tersebut.

Investasi Bergantung pada Kondisi Pasar

Danantara menegaskan bahwa keputusan membeli saham tidak dilakukan secara terburu-buru. Lembaga tersebut mempertimbangkan harga aset, kondisi pasar, serta hasil uji tuntas sebelum mengambil keputusan investasi.

Rani menjelaskan, Danantara dapat mempertimbangkan masuk ke pasar ketika tekanan yang terjadi dinilai bersifat sementara dan membuat valuasi aset menjadi lebih menarik.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa penambahan investasi tidak semata-mata ditujukan untuk merespons pelemahan pasar saham. Danantara tetap menempatkan pertimbangan nilai investasi sebagai dasar pengambilan keputusan.

Dengan demikian, dana hingga US$1 miliar tersebut merupakan alokasi yang disiapkan untuk peluang investasi hingga akhir tahun, bukan kepastian bahwa seluruh dana akan langsung digunakan untuk membeli saham.

Portofolio Danantara Didominasi Saham

Dalam pengelolaan portofolio investasi publiknya, Danantara memiliki komposisi sekitar 65 persen saham, 30 persen instrumen pendapatan tetap atau fixed income, serta 5 persen hedge fund.

Sekitar seperempat portofolio tersebut ditempatkan di Indonesia, sedangkan sisanya berada di pasar internasional.

Komposisi ini mencerminkan strategi diversifikasi investasi Danantara melalui sejumlah instrumen keuangan. Investasi pada saham berpotensi memberikan keuntungan dari kenaikan harga maupun dividen, sedangkan obligasi dapat memberikan pendapatan berupa kupon sesuai ketentuan instrumennya.

Meski demikian, kedua instrumen tersebut tetap memiliki risiko. Nilai saham dapat berfluktuasi mengikuti kondisi pasar dan kinerja perusahaan, sementara harga obligasi juga dapat berubah akibat pergerakan suku bunga serta risiko penerbit.

Evaluasi MSCI Jadi Perhatian Pasar Modal

Rencana penambahan investasi Danantara muncul menjelang evaluasi MSCI pada November 2026. Pelaku pasar memperhatikan kemungkinan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari kategori emerging market atau pasar berkembang menjadi frontier market atau pasar perintis.

Perubahan klasifikasi tersebut berpotensi memengaruhi minat investor global dan aliran dana ke pasar saham Indonesia. Namun, dampaknya akan bergantung pada keputusan MSCI serta respons investor terhadap perkembangan tersebut.

Danantara menyatakan terbuka untuk mempertimbangkan peluang investasi jika pasar mengalami tekanan yang dinilai menciptakan valuasi menarik. Meski demikian, lembaga tersebut tetap akan melakukan kajian sebelum menentukan aset yang akan dibeli.

Rencana investasi hingga Rp17,87 triliun ini menjadi salah satu perkembangan yang diperhatikan di tengah dinamika pasar modal Indonesia menjelang akhir 2026.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK