Bos Danantara: Pengalihan Utang Whoosh ke Kemenkeu Sedang Berjalan
Bos Danantara Rosan Roeslani memastikan pengalihan utang Whoosh dari BUMN ke Kemenkeu masih berjalan dan dalam proses kajian.
Faktakalbar.id - CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani memastikan proses pengalihan beban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh dari BUMN ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih berjalan.
Rosan menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026. Ia menegaskan proses pengalihan utang tersebut terus berlangsung meski sebelumnya ditargetkan efektif pada pertengahan September 2026.
"Sudah berjalan, sedang berjalan," kata Rosan saat ditanya mengenai perkembangan pengalihan beban utang Whoosh.
Di sisi lain, Kemenkeu masih melakukan due diligence atau uji tuntas terhadap rencana pengalihan utang proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) tersebut. Kajian dilakukan untuk menentukan skema penyelesaian yang dapat meminimalkan dampak terhadap fiskal negara.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung sebelumnya mengatakan pemerintah tetap memastikan operasional dan pelayanan Whoosh berjalan selama proses pengkajian. Pemerintah juga masih membahas sejumlah opsi penyelesaian dengan mempertimbangkan konsekuensi fiskal dari masing-masing skema.
Menurut Juda, proses due diligence diperlukan agar persoalan pembiayaan Whoosh dapat diselesaikan tanpa mengganggu kondisi fiskal pemerintah. Ia juga menyebut masih terdapat sejumlah aspek teknis yang perlu dipastikan sebelum pengalihan tersebut dapat difinalisasi.
Sebelumnya, pengalihan saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) di KCIC kepada pemerintah juga masih dalam tahap finalisasi. Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Evita Manthovani mengatakan skema tersebut telah dibahas secara detail dan mencakup kajian dari sisi fiskal, bisnis, finansial, hukum hingga harga saham.
Pemerintah menyiapkan skema pengelolaan melalui special mission vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu. Dengan skema tersebut, pemerintah berupaya menyelesaikan persoalan Whoosh sekaligus menjaga agar operasional kereta cepat tetap berjalan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.