BNPB Usul Setiap Daerah Punya Gudang Bencana, Anggaran Bisa Capai Rp10 Miliar
BNPB mengusulkan setiap kabupaten dan kota memiliki gudang logistik bencana dengan stok dasar. Kebutuhan anggaran diperkirakan Rp5-10 miliar per daerah.
Faktakalbar.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengusulkan agar setiap kabupaten dan kota di Indonesia memiliki gudang logistik bencana yang dilengkapi stok kebutuhan dasar. Langkah ini dinilai penting agar bantuan dapat segera diberikan kepada masyarakat ketika bencana terjadi tanpa harus menunggu kiriman dari pemerintah pusat.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan usulan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi penanganan dampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut Suharyanto, keberadaan gudang logistik di setiap daerah diperlukan karena dalam kondisi bencana, proses pengiriman bantuan dari pusat tidak selalu bisa dilakukan dengan cepat.
Stok Logistik Daerah Dinilai Masih Minim
BNPB menemukan masih ada gudang logistik milik BPBD di sejumlah daerah yang kosong atau belum memiliki persediaan memadai. Kondisi tersebut dapat menjadi kendala ketika bencana terjadi secara tiba-tiba.
Suharyanto mencontohkan situasi pascagempa di NTT. Ketika bencana terjadi, daerah mengalami keterbatasan dalam memberikan bantuan awal karena persediaan logistik di gudang BPBD tidak mencukupi.
Padahal, masyarakat terdampak membutuhkan bantuan dasar sejak jam-jam pertama setelah bencana.
Anggaran Stok Bisa Rp5 Miliar-Rp10 Miliar
BNPB memperkirakan kebutuhan stok logistik dasar di setiap daerah berkisar Rp5 miliar hingga Rp10 miliar. Anggaran tersebut terutama diperlukan untuk menyediakan persediaan yang bisa langsung digunakan ketika terjadi bencana.
Beberapa kebutuhan yang diusulkan untuk tersedia dalam gudang tersebut antara lain:
- Sembako
- Air dan kebutuhan dasar lainnya
- Selimut
- Tenda
- Matras
- Perlengkapan pendukung pengungsian
Dengan adanya buffer stock tersebut, pemerintah daerah dapat memberikan bantuan awal sambil menunggu bantuan tambahan dari pemerintah pusat.
Mengapa Gudang Logistik Bencana Penting?
Dalam kondisi normal, pengiriman bantuan dari satu wilayah ke wilayah lain mungkin dapat dilakukan dengan relatif cepat. Namun, situasinya berbeda ketika bencana menyebabkan akses jalan terputus, jembatan rusak, atau wilayah terdampak sulit dijangkau.
BNPB menyebut pengiriman bantuan dalam kondisi tertentu bahkan bisa membutuhkan waktu lebih dari 24 jam, terutama jika lokasi bencana berada di daerah terpencil atau akses transportasinya terganggu.
Karena itu, keberadaan stok di daerah dapat menjadi langkah awal untuk memenuhi kebutuhan korban sebelum bantuan dalam jumlah lebih besar tiba.
Bantuan Tidak Perlu Menunggu dari Pusat
Konsep gudang logistik daerah pada dasarnya bukan untuk menggantikan bantuan pemerintah pusat, melainkan menjadi lapisan pertama penanganan bencana.
Ketika bencana terjadi, BPBD dapat langsung menggunakan persediaan yang sudah tersedia untuk membantu warga. Setelah itu, kebutuhan logistik dapat dipenuhi kembali melalui distribusi dari pemerintah pusat maupun sumber lainnya.
BNPB berharap sistem tersebut dapat membuat penanganan bencana menjadi lebih cepat sekaligus mengurangi risiko masyarakat menunggu terlalu lama untuk mendapatkan kebutuhan dasar.
Presiden Setujui Usulan Gudang Logistik
Usulan tersebut mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah selanjutnya akan menghitung kebutuhan gudang dan persediaan logistik secara lebih menyeluruh di tingkat nasional.
Dengan adanya gudang dan stok penyangga di setiap daerah, pemerintah diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai jenis bencana, mulai dari gempa bumi, banjir, longsor, hingga bencana hidrometeorologi lainnya.
Langkah ini juga menjadi pengingat bahwa penanggulangan bencana bukan hanya soal evakuasi dan pemadaman, tetapi juga kesiapan logistik sebelum bencana terjadi.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.