faktakalbar

BNPB Pastikan Tak Ada Lagi Warga Hilang Pascagempa NTT

BNPB memastikan tidak ada lagi laporan warga hilang pascagempa NTT. Tim Basarnas tetap siaga, sementara gempa susulan masih terjadi.

Penulis: Clara Tuesday, 18 August 2026 📖 2 menit
BNPB Pastikan Tak Ada Lagi Warga Hilang Pascagempa NTT
Salah satu dampak gempa NTT (dok.ist)

Faktakalbar.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan sudah tidak ada lagi laporan warga yang hilang setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Meski demikian, proses pencarian dan penanganan di wilayah terdampak masih terus dilakukan. Tim Basarnas tetap disiagakan di sejumlah kabupaten untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat.

Tak Ada Lagi Laporan Warga Hilang

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan hingga 17 Agustus 2026 tidak ada lagi laporan warga yang hilang di wilayah terdampak gempa.

Namun, kondisi tersebut tidak membuat operasi pencarian dihentikan. Personel Basarnas masih melakukan penyisiran dan siap merespons apabila kembali ditemukan laporan mengenai korban yang belum diketahui keberadaannya.

BNPB menyebut tim Basarnas masih bersiaga di tujuh kabupaten terdampak gempa NTT.

Korban Gempa NTT Capai 68 Orang

Di sisi lain, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa terus diperbarui. Data terbaru yang dilaporkan pada 18 Agustus menunjukkan 68 orang meninggal dunia dan 213 orang mengalami luka-luka.

Penanganan korban masih menjadi prioritas pemerintah, termasuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Kementerian Kesehatan juga telah mengirimkan dua unit rumah sakit lapangan ke Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Nagekeo untuk memperkuat layanan medis di lokasi terdampak.

Gempa Susulan Masih Terjadi

Masyarakat di wilayah terdampak juga masih perlu mewaspadai gempa susulan. BMKG mencatat hingga 18 Agustus pukul 05.00 WIB terdapat 2.119 gempa susulan setelah gempa utama Flores.

Dari jumlah tersebut, gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo 6,2, sementara 24 gempa susulan berkekuatan di atas magnitudo 5 telah terjadi.

Karena aktivitas gempa masih berlangsung, masyarakat diminta tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan.

Pemerintah Percepat Penanganan Pascabencana

Selain pencarian dan pelayanan kesehatan, pemerintah juga mempercepat pendataan kerusakan agar bantuan dapat segera disalurkan kepada masyarakat.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah mempercepat verifikasi data kerusakan rumah. Bantuan pemerintah disiapkan berdasarkan tingkat kerusakan, yakni Rp15 juta untuk kerusakan ringan, Rp30 juta untuk kerusakan sedang, dan Rp70 juta untuk kerusakan berat.

Pendataan tersebut dilakukan dari tingkat desa dan kemudian diverifikasi oleh pemerintah daerah sebelum bantuan disalurkan.


Tidak adanya laporan warga hilang menjadi perkembangan positif dalam proses pencarian korban gempa NTT. Namun, penanganan bencana belum selesai karena masih terdapat korban luka, kerusakan bangunan, pengungsian, serta aktivitas gempa susulan.

Pemerintah dan tim penyelamat masih berada di lapangan untuk memastikan keselamatan warga sekaligus mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK