BNPB Catat Rentetan Kebakaran Hutan dan Lahan di Empat Wilayah Indonesia
Faktakalbar.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat serangkaian kejadian kebakaran hutan dan lahan melanda empat kabupaten di Indonesia hingga Rabu (12/8)
Faktakalbar.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat serangkaian kejadian kebakaran hutan dan lahan melanda empat kabupaten di Indonesia hingga Rabu (12/8) pukul 07.00 WIB.
Peristiwa kebakaran hutan dan lahan pertama dilaporkan terjadi di Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada Selasa (11/8) dengan luas lahan terbakar mencapai lima hektare.
Tim BPBD bersama unsur gabungan langsung bergerak ke lokasi hingga seluruh titik api berhasil dipadamkan.
Sementara itu, insiden karhutla juga menerjang Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan pada Selasa (11/8) pukul 12.15 WITA, tepatnya di Desa Mojong dan Kelurahan Lawawoi.
Kebakaran membakar lahan seluas tujuh hektare sebelum tim pemadam kebakaran mengendalikan api, sedangkan penyebab utama masih diselidiki pihak berwenang.
Di Jawa Barat, titik api membakar lahan alang-alang seluas tiga hektare di kawasan perbukitan Gunung Picung, Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur pada Senin (10/8) pukul 17.30 WIB.
Tim gabungan dari BPBD, Damkar, Polsek Cibeber, dan masyarakat setempat bergotong royong memadamkan api hingga dinyatakan padam total pada Selasa (11/8).
Kasus serupa dilaporkan dari Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, ketika titik api menjalar membakar satu hektare lahan vegetasi pohon sono dan semak belukar di Gunung Jabung pada Selasa (11/8) pukul 17.00 WIB.
Petugas gabungan bergerak melakukan penanganan hingga seluruh titik api di lokasi tersebut berhasil dipadamkan pada pukul 20.15 WIB.
Menyikapi potensi bencana hidrometeorologi kering ini, BNPB meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan dini.
"Karhutla tidak hanya dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta kehidupan sosial di wilayah terdampak," tulis pihak BNPB dalam laporan resminya.
"Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, termasuk untuk membuka lahan, serta segera melaporkan indikasi titik api kepada pihak berwenang," lanjut pernyataan tersebut.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.