faktakalbar

BNPB Catat Lebih dari 51 Ribu Rumah Terdampak Gempa Flores Telah Diverifikasi

Faktakalbar.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat sebanyak 51.591 unit rumah di Nusa Tenggara Timur telah melalui proses verifikasi dan validasi pascagempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. Capaian terseb…

Penulis: Natash Tuesday, 08 September 2026 📖 2 menit
BNPB Catat Lebih dari 51 Ribu Rumah Terdampak Gempa Flores Telah Diverifikasi
Kondisi kerusakan bangunan rumah warga yang dipicu oleh guncangan gempa bumi M 7,7 Flores di Desa Jegharangga, Kecamatan Nagapanda, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Barat, Jumat (21/8).

Faktakalbar.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat sebanyak 51.591 unit rumah di Nusa Tenggara Timur telah melalui proses verifikasi dan validasi pascagempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Capaian tersebut mencakup 50,39 persen dari total 102.384 unit data awal sasaran pendataan di tujuh kabupaten terdampak.

Dari verifikasi sementara, sebanyak 2.382 unit rumah dikategorikan rusak berat, 7.276 unit rusak sedang, dan 14.177 unit rusak ringan.

Sebanyak 27.756 unit rumah lainnya dinyatakan tidak mengalami kerusakan setelah diperiksa langsung oleh tim penilai di lapangan.

Pemerintah daerah bersama petugas teknis terus mempercepat pencocokan data nama dan alamat guna menghindari munculnya data ganda.

Di Kabupaten Nagekeo, petugas mendata 218 unit rumah rusak berat, 1.523 unit rusak sedang, 3.475 unit rusak ringan, serta 10.713 unit tidak rusak dari data awal 15.929 unit.

Pemeriksaan silang di Nagekeo juga menemukan sejumlah data susulan rumah rusak yang belum tercantum pada pendataan tahap pertama.

Kabupaten Manggarai mencatat verifikasi sementara sebanyak 7.089 unit dari 22.758 unit data awal, dengan rincian 448 unit rusak berat, 1.262 unit rusak sedang, 1.279 unit rusak ringan, dan 4.100 unit tidak rusak.

Di Kabupaten Manggarai Timur, tim lapangan menyelesaikan verifikasi 7.366 unit dari 24.392 unit data awal yang mencatat 1.078 unit rusak berat, 1.499 unit rusak sedang, 2.085 unit rusak ringan, dan 2.704 unit tidak rusak.

Kabupaten Manggarai Barat mencatat progres verifikasi tertinggi mencapai 12.367 unit dari 12.613 unit data awal, yang mendeteksi 468 unit rusak berat, 1.930 unit rusak sedang, 4.187 unit rusak ringan, serta 5.782 unit tidak rusak.

Sementara itu, Kabupaten Ngada mencatat 126 unit rumah rusak berat, 911 unit rusak sedang, 2.910 unit rusak ringan, dan 3.597 unit tidak rusak dari 7.544 unit yang telah diverifikasi.

Di Kabupaten Sikka, verifikasi sementara mencakup 1.001 unit dari 4.248 unit data awal, dengan hasil 43 unit rusak berat, 137 unit rusak sedang, 184 unit rusak ringan, dan 637 unit tidak rusak.

Kabupaten Ende mencatat pendataan pada 295 unit rumah dari total 10.147 unit data awal, yang menghasilkan satu unit rusak berat, 14 unit rusak sedang, 57 unit rusak ringan, serta 223 unit tidak rusak.

Proses pemadanan data kependudukan terus dilakukan secara berjenjang guna memastikan keakuratan penerima bantuan perbaikan hunian.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK