BNPB Catat Bencana Karhutla dan Kekeringan Terjang Empat Wilayah
Faktakalbar.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana merangkum perkembangan kejadian karhutla dan kekeringan di Indonesia periode 27 hingga 28 Agustus.
Faktakalbar.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana merangkum perkembangan kejadian karhutla dan kekeringan di Indonesia periode 27 hingga 28 Agustus.
Kebakaran hutan dan lahan seluas lima hektare melanda Kabupaten Lingga Kepulauan Riau pada Rabu.
Petugas gabungan berhasil memadamkan kobaran api di kawasan Singkep Barat dan Singkep tersebut pada Kamis.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan pemantauan pada kawasan lahan kering.
Peristiwa karhutla seluas lima hektare juga melanda Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara.
Tim gabungan telah berhasil memadamkan titik api di Kecamatan Kombi dan Tondano pada Kamis.
Kondisi lahan yang kering memerlukan kewaspadaan tinggi guna mencegah kemunculan api kembali.
Sementara itu kebakaran lahan seluas tiga hektare melanda Kabupaten Barru Sulawesi Selatan.
Api yang membakar area sekitar SMA Negeri 3 Barru tersebut masih dalam proses penanganan.
Bencana kekeringan melanda Kabupaten Nduga Provinsi Papua Pegunungan di Distrik Mugi dan Mbuwa.
Bencana kekeringan tersebut mengancam kondisi ketahanan pangan sebanyak 1.156 kepala keluarga.
Selain itu lahan pertanian seluas 2.325 hektare dilaporkan mengalami kegagalan panen.
Sebagian warga terdampak kekeringan memutuskan mengungsi ke area Distrik Walaik.
Pemerintah daerah diminta terus mendata ketersediaan air bersih dan pangan warga terdampak.
BNPB mengingatkan cuaca kering berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat dilarang membuka lahan dengan cara membakar atau membuang puntung rokok sembarangan.
Pemerintah daerah perlu memperkuat patroli wilayah rawan serta menyiagakan personel dan peralatan.
Masyarakat di kawasan rawan kekeringan diimbau menghemat penggunaan air bersih.
Pemerintah daerah harus memantau sumber air dan kondisi lahan pertanian warga.
BNPB menekankan kesiapsiagaan bersama penting untuk mencegah dampak bencana yang lebih besar.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.