BMKG Prediksi Kemarau Masih Dominan, Masyarakat Diminta Waspada Kekeringan
BMKG mengingatkan sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi kemarau. Waspadai kekeringan, cuaca panas, dan potensi karhutla dalam beberapa hari ke depan.
Faktakalbar.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kondisi kering yang masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.
BMKG menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan musim kemarau yang semakin meluas, serta pengaruh El Niño dengan intensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Informasi ini dipublikasikan MetroTV pada 18 Agustus 2026.
Kemarau Masih Mendominasi Indonesia
Berdasarkan pemantauan BMKG hingga Dasarian I Agustus 2026, sekitar 76,5 persen wilayah Indonesia atau 535 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau.
Kondisi tersebut membuat curah hujan di sebagian besar wilayah berada pada kategori rendah. BMKG sebelumnya juga mencatat sekitar 90,79 persen wilayah mengalami curah hujan kategori rendah pada periode tersebut.
Kondisi kemarau diperkirakan masih berlanjut hingga periode 18–24 Agustus 2026. BMKG menyebut sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam kondisi relatif kering.
Waspadai Kekeringan dan Kekurangan Air
Meluasnya musim kemarau meningkatkan risiko kekeringan meteorologis, terutama di wilayah yang mengalami hari tanpa hujan dalam waktu panjang.
Masyarakat di daerah yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih diimbau melakukan penghematan dan mengatur penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari.
BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi kering dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hujan Masih Bisa Terjadi Secara Lokal
Meski sebagian besar wilayah mengalami kondisi kering, bukan berarti seluruh Indonesia akan bebas dari hujan.
BMKG masih memprakirakan adanya potensi hujan di sejumlah daerah akibat aktivitas atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan gelombang Rossby Ekuatorial.
Karena itu, masyarakat tetap perlu memperhatikan prakiraan cuaca setempat. Hujan yang terjadi secara lokal juga dapat disertai angin kencang atau petir.
El Niño Jadi Salah Satu Faktor
BMKG menjelaskan kondisi kering saat ini turut dipengaruhi oleh El Niño yang menguat. Fenomena tersebut dapat mengurangi curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
BMKG sebelumnya memperkirakan puncak musim kemarau 2026 berlangsung pada Juli hingga September, sehingga masyarakat dan berbagai sektor perlu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap dampaknya.
Bagi masyarakat, kewaspadaan terutama diperlukan terhadap ketersediaan air, cuaca panas, kekeringan, serta potensi kebakaran lahan.
Tips Menghadapi Musim Kemarau
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat antara lain:
- Menghemat penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari.
- Menyimpan air secukupnya untuk kebutuhan penting.
- Tidak membakar sampah atau lahan sembarangan.
- Memantau informasi cuaca dan peringatan dini BMKG.
- Mengurangi aktivitas di luar ruangan saat cuaca sangat panas.
- Menjaga kondisi tubuh dengan cukup minum.
BMKG mengimbau masyarakat tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca dan iklim karena kondisi atmosfer dapat berubah dari waktu ke waktu.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.