BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Kalbar hingga 26 Agustus, Warga Diminta Waspada
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca Kalbar hingga 26 Agustus 2026. Kapuas Hulu berpotensi hujan, sementara Ketapang dan Kayong Utara waspada angin kencang.
Faktakalbar.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) yang berlaku hingga 26 Agustus 2026. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca, terutama hujan dan angin kencang di sejumlah wilayah.
Berdasarkan pembaruan BMKG Kalbar pada Senin (24/8/2026) pukul 08.53 WIB, Kabupaten Kapuas Hulu menjadi satu-satunya wilayah yang masuk peringatan dini hujan pada Senin.
Sementara itu, potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang selama periode peringatan 24–26 Agustus 2026.
Hujan Ringan Masih Berpotensi Terjadi
Di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung, hujan lokal tetap berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Kalbar.
Prakiraan BMKG menunjukkan potensi hujan ringan masih dapat terjadi di hampir seluruh kabupaten dan kota pada Selasa (25/8) dan Rabu (26/8). Namun, dalam prakiraan tersebut tidak terdapat wilayah yang masuk kategori hujan lebat, sangat lebat, maupun ekstrem.
Kondisi ini menunjukkan cuaca Kalbar masih cukup dinamis meski secara umum wilayah Indonesia tengah menghadapi periode kemarau.
Waspadai Angin Kencang
Selain potensi hujan, masyarakat di Ketapang dan Kayong Utara perlu mewaspadai angin kencang.
Kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama kegiatan di luar ruangan serta aktivitas pelayaran dan transportasi di wilayah perairan.
BMKG juga memasukkan Kalimantan Barat sebagai salah satu wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang dalam prakiraan cuaca Indonesia periode 25–31 Agustus 2026.
Berkaitan dengan Kondisi Karhutla
Peringatan cuaca ini juga perlu menjadi perhatian karena Kalimantan Barat masih menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Di sisi lain, BMKG menyebut kondisi kering masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Berkurangnya curah hujan dapat meningkatkan kerentanan terhadap kekeringan dan karhutla.
Karena itu, masyarakat di wilayah yang rawan kebakaran maupun daerah yang berpotensi mengalami angin kencang diimbau terus mengikuti perkembangan cuaca dari BMKG.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
BMKG mengimbau masyarakat untuk memperhatikan informasi peringatan dini sebelum melakukan aktivitas, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami hujan maupun angin kencang.
Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan, termasuk pohon tumbang, kebakaran lahan, maupun gangguan akibat cuaca.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.