BI Siapkan Strategi Hadapi Ketidakpastian Global, Stabilitas Ekonomi Nasional Jadi Prioritas
Bank Indonesia menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Menjaga stabilitas rupiah, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi menjadi fokus utama.
Faktakalbar.id — Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Sejumlah langkah kebijakan disiapkan untuk menjaga nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia agar tetap berada pada jalur yang positif.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa kondisi ekonomi dunia masih dibayangi berbagai tantangan, mulai dari perlambatan pertumbuhan global, ketegangan geopolitik, hingga dinamika kebijakan moneter di sejumlah negara maju. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi arus modal, nilai tukar, dan stabilitas pasar keuangan di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tetap Tumbuh
Meski ketidakpastian global masih tinggi, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada dalam kisaran 4,9 hingga 5,7 persen pada 2026. Optimisme tersebut didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, investasi yang meningkat, serta berlanjutnya berbagai proyek pembangunan nasional.
BI menilai permintaan domestik masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi di tengah perlambatan ekonomi global.
Jaga Stabilitas Rupiah dan Inflasi
Bank Indonesia menegaskan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui bauran kebijakan moneter, stabilisasi pasar valas, serta koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait.
Selain itu, BI memastikan pengendalian inflasi tetap menjadi prioritas agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus diperkuat untuk menjaga pasokan dan kestabilan harga pangan.
Perkuat Sinergi dengan Pemerintah
Dalam menghadapi dinamika ekonomi global, BI juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta pelaku industri keuangan.
Sinergi tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memastikan sektor perbankan tetap mampu menyalurkan pembiayaan kepada dunia usaha dan masyarakat.
Optimistis Hadapi Tantangan Global
Bank Indonesia optimistis fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan global. Dengan bauran kebijakan yang tepat serta koordinasi antarlembaga, stabilitas ekonomi nasional diharapkan tetap terjaga dan mampu mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
BI juga mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk terus menjaga optimisme di tengah dinamika ekonomi dunia yang masih berlangsung.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.